PHRI DIY Siasati Anjloknya Okupansi Hotel saat Ramadan dengan Sejumlah Program
YOGYAKARTA, investor.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PHRI DIY) mengajak 479 anggotanya yang terdiri dari hotel berbintang, nonbintang, dan restoran menyiapkan langkah-langkah mitigasi atas penurunan okupansi hotel selama Ramadan 1447 Hijirah.
Mitigasi dilakukan lantaran tingkat hunian hotel merosot taham hingga hanya mencapai 10% pada awal Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat menurun dan kedatangan wisatawan non muslim dan wisatawan asing yang minim.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menuturkan, dua minggu pertama Ramadan, okupansi turun drastis pada kisaran 5-10%. Hal ini terjadi juga pada tahun-tahun sebelumnya, tapi tahun ini kondisinya lebih parah.
“Saat ini lebih parah karena daya beli masyarakat turun dan wisatawan non muslim yang belum kelihatan hilalnya," kata Deddy di Yogyakarta, Minggu (22/2/2026).
Adapun langkah-langkah mitigasi yang dilakukan agar okupansi tetap naik antara lain dengan memberikan promo harga kamar atau penurunan tarif kamar sesuai dengan kebijakan masing-masing manajemen hotel.
Selain itu melakukan efisiensi operasional yaitu melakukan penghematan sambil bersiap menghadapi lonjakan high season pada periode Lebaran mendatang. Langkah terakhir dengan mengandalkan paket buka puasa bersama, meskipun persaingan di sektor ini semakin ketat lantaran banyaknya hotel yang menawarkan program serupa.
GM Tjokro Style Yogyakarta Veri Diana mengatakan, salah satu yang dilakukan hotelnya untuk menjaga okupansi dengan membuat paket iftar dengan harga yang terjangkau dan tidak mahal.
“Kami harus bisa berkreasi dengan menu-menu kreatif seperti yang disukai oleh anak-anak muda. Memang tidak menutup semua operasional tapi paling tidak bisa menghidupkan revenew hotel untuk kewajiban membayar THR karyawan, dengan adanya iftar ini kami bisa memenuhi kewajiban kami," ungkap Veri.
PHRI DIY menaruh harapan besar pada kebijakan pemerintah untuk mendongkrak kunjungan menjelang Hari Raya Idulfitri. Diskon tarif transportasi umum serta rencana penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN dan karyawan swasta diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku perhotelan di Yogyakarta.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




