Selat Hormuz Ditutup, Pasokan Minyak dari 2 Negara Bisa Terhenti
JAKARTA, investor.id - Pasokan minyak mentah dari Irak dan Kuwait diprediksi dapat terhenti dalam beberapa hari ke depan, jika Selat Hormuz tetap ditutup. Hal itu diungkapkan oleh analis di JP Morgan dalam sebuah catatan.
Dikutip dari Yahoo! News, Kamis (5/3/2026), bank investasi tersebut memproyeksi terhentinya pasokan dari Irak dan Kuwait berpotensi memangkas ketersediaan minyak mentah hingga 3,3 juta barel per hari (bpd) pada hari kedelapan konflik AS-Israel vs Iran di Timur Tengah.
JP Morgan menyebut, Irak dan Kuwait masing-masing memiliki waktu sekitar tiga hingga 14 hari sebelum kedua negara tersebut terpaksa menghentikan ekspor minyak mentah yang melewati Selat Hormuz.
Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis antara Teluk Persia dan Teluk Oman yang dikenal sebagai salah satu titik transit minyak utama di dunia, yang membawa sekitar seperlima dari aliran minyak dan gas global.
Jika penutupan Selat Hormuz berkepanjangan, kerugian dapat meningkat menjadi 3,8 juta barel minyak per hari sekitar hari ke-15 dan 4,7 juta barel per hari pada hari ke-18, menurut J.P. Morgan.
Irak akan terpaksa mengurangi produksi minyaknya lebih dari 3 juta barel per hari dalam beberapa hari jika kapal tanker minyak tidak dapat bergerak bebas melalui Selat Hormuz dan mencapai pelabuhan pemuatannya, menurut laporan dua pejabat negara itu.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz jika diperlukan.
Di sisi lain, laporan media Iran menyebut seorang pejabat senior dari Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan Selat Hormuz ditutup dan Iran akan menembak kapal man pun yang mencoba melewatinya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





