Pasokan BBM Asia Tertekan Krisis Distribusi di Selat Hormuz
JAKARTA, investor.id - Para pedagang bahan bakar minyak (BBM) di Asia dikabarkan mulai kesulitan mendapatkan pasokan minyak alternatif, imbas hambatan akibat konflik yang membatasi pengiriman dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz.
Dikutip dari Asiaone, Sabtu (7/3/2026) menipisnya distribusi BBM dari wilayah Timur Tengah diperkirakan akan mengurangi pasokan, dengan harga di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Singapura diperkirakan akan terus naik dalam beberapa minggu mendatang, sehingga meningkatkan biaya pengisian bahan bakar bagi pemilik kapal.
Biaya yang lebih tinggi tersebut akan berdampak pada peningkatan harga bagi perusahaan yang mengangkut barang.
Secara umum, volume ekspor bahan bakar minyak yang melewati Selat Hormuz dan menuju Asia rata-rata mencapai 1,2 juta metrik ton per bulan, atau sekitar 246.000 barel per hari, menurut data Kpler, dengan sekitar 70% berakhir di Asia Tenggara.
Secara keseluruhan, ekspor bahan bakar minyak melalui Selat Hormuz biasanya mencapai sekitar 3,7 juta ton per bulan, menurut data tersebut.
Namun, tansit kapal tanker minyak telah menyusut hingga 90% lebih rendah dibandingkan minggu lalu, menurut analisis aktivitas kapal Kpler.
"Ketika sebagian besar kompleks bahan bakar sulfur tinggi global bergantung pada satu titik hambatan, bahkan gangguan transit sebagian pun dapat dengan cepat memperketat keseimbangan dan memperkuat volatilitas bahan bakar," kata Sumit Ritolia, analis utama untuk pemodelan penyulingan dan pasokan di Kpler.
Harga bahan bakar bunker sulfur tinggi yang dikirim ke pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia, yakni Singapura telah naik lebih dari 40% sejak perang AS-Israel vs Iran pecah, sementara harga bahan bakar minyak sulfur rendah yang dikirim telah naik lebih dari 30%.
"Semua orang kesulitan mencari minyak untuk paruh kedua bulan Maret. Kapal tanker terlalu mahal dan peluang arbitrase ke Singapura tertutup," kata seorang pedagang yang berbasis di Singapura.
Mencari Pemasok Pengganti
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






