Minggu, 21 Juni 2026

Pasokan BBM Asia Tertekan Krisis Distribusi di Selat Hormuz

Penulis : Natasha Khairunisa
7 Mar 2026 | 08:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi jalur perlintasan minyak untuk BBM di Selat Hormuz. (Reuters/Dado Ruvic)
Ilustrasi jalur perlintasan minyak untuk BBM di Selat Hormuz. (Reuters/Dado Ruvic)

JAKARTA, investor.id - Para pedagang bahan bakar minyak (BBM) di Asia dikabarkan mulai kesulitan mendapatkan pasokan minyak alternatif, imbas hambatan akibat konflik yang membatasi pengiriman dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz.

Dikutip dari Asiaone, Sabtu (7/3/2026) menipisnya distribusi BBM dari wilayah Timur Tengah diperkirakan akan mengurangi pasokan, dengan harga di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Singapura diperkirakan akan terus naik dalam beberapa minggu mendatang, sehingga meningkatkan biaya pengisian bahan bakar bagi pemilik kapal.

Biaya yang lebih tinggi tersebut akan berdampak pada peningkatan harga bagi perusahaan yang mengangkut barang.

ADVERTISEMENT

Secara umum, volume ekspor bahan bakar minyak yang melewati Selat Hormuz dan menuju Asia rata-rata mencapai 1,2 juta metrik ton per bulan, atau sekitar 246.000 barel per hari, menurut data Kpler, dengan sekitar 70% berakhir di Asia Tenggara.

Secara keseluruhan, ekspor bahan bakar minyak melalui Selat Hormuz biasanya mencapai sekitar 3,7 juta ton per bulan, menurut data tersebut.

Namun, tansit kapal tanker minyak telah menyusut hingga 90% lebih rendah dibandingkan minggu lalu, menurut analisis aktivitas kapal Kpler.

"Ketika sebagian besar kompleks bahan bakar sulfur tinggi global bergantung pada satu titik hambatan, bahkan gangguan transit sebagian pun dapat dengan cepat memperketat keseimbangan dan memperkuat volatilitas bahan bakar," kata Sumit Ritolia, analis utama untuk pemodelan penyulingan dan pasokan di Kpler.

Harga bahan bakar bunker sulfur tinggi yang dikirim ke pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia, yakni Singapura telah naik lebih dari 40% sejak perang AS-Israel vs Iran pecah, sementara harga bahan bakar minyak sulfur rendah yang dikirim telah naik lebih dari 30%.

"Semua orang kesulitan mencari minyak untuk paruh kedua bulan Maret. Kapal tanker terlalu mahal dan peluang arbitrase ke Singapura tertutup," kata seorang pedagang yang berbasis di Singapura.

Mencari Pemasok Pengganti

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 40 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia