Bisnis Lanskap Tumbuh di Tengah Tren Ekonomi Hijau
JAKARTA, investor.id — Tren ekonomi hijau dan meningkatnya kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan mendorong pertumbuhan bisnis lanskap dan pembibitan tanaman di Indonesia. PT Bandar Pohon Indonesia menjadi salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan peluang tersebut melalui layanan penataan lanskap dan nursery tanaman.
Pendiri PT Bandar Pohon Indonesia, Hizrah Maulana, mengatakan perusahaan yang telah beroperasi selama dua tahun itu menyediakan jasa penghijauan untuk segmen residensial hingga proyek komersial dan kawasan perkotaan.
“Perusahaan ini berfokus pada penyediaan solusi penghijauan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hunian hingga proyek skala besar,” ujarnya.
Secara makro, peluang bisnis di sektor ini didorong oleh tren ekonomi hijau yang semakin berkembang. Studi terkait ekonomi hijau menunjukkan bahwa investasi pada sektor penghijauan dan pemulihan lanskap dapat menciptakan hingga 40 lapangan kerja untuk setiap US$1 juta investasi, atau dua kali lebih tinggi dibanding sektor konvensional .
Di sisi lain, kebutuhan ruang terbuka hijau di perkotaan masih menjadi tantangan. Di DKI Jakarta, misalnya, proporsi ruang terbuka hijau tercatat menurun dari 33,7% pada 2000 menjadi sekitar 19,5% pada 2020 akibat alih fungsi lahan dan urbanisasi. Kondisi ini membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lanskap untuk menyediakan solusi penghijauan di tengah keterbatasan lahan.
Hizrah menilai peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan turut mendorong permintaan terhadap layanan penghijauan. Permintaan tersebut berasal dari berbagai sektor, seperti perumahan, perhotelan, kafe, hingga proyek pemerintah.
Dari sisi operasional, perusahaan mengelola lahan pembibitan seluas sekitar 20 hektare di Bogor untuk menjaga pasokan tanaman. Selain itu, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan masyarakat melalui pembelian tanaman hasil budidaya warga, sehingga menciptakan nilai ekonomi tambahan di tingkat lokal.
Dalam menjaga kualitas, perusahaan melibatkan tenaga ahli di bidang pertanian untuk pengelolaan tanaman dan pengendalian hama.
Secara lebih luas, pengembangan bisnis berbasis penghijauan juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing ekonomi nasional. Dokumen perencanaan pemerintah menekankan bahwa sektor pekerjaan hijau berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
“Prospek bisnis lanskap akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Ke depan, perusahaan menargetkan ekspansi ke sektor pariwisata dan pengembangan kawasan berbasis konsep kota hijau,” kata Hizrah.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


