Minggu, 21 Juni 2026

3 Masalah Ini Bisa Hambat Konversi Kendaraan Listrik

Penulis : Akmalal Hamdhi
14 Apr 2026 | 17:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi area pengisian daya mobil listrik. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi area pengisian daya mobil listrik. (Sumber: Freepik)

JAKARTA, investor.id – Ambisi Pemerintah untuk mengonversi sekitar 120 juta unit sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai menghadapi tantangan besar. Di tengah skema insentif yang masih dikaji, sejumlah kendala fundamental mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga perilaku konsumen diprediksi bakal menghambat laju transisi energi nasional tersebut.

Pengamat Ekonomi dan Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai target konversi skala besar tersebut belum realistis untuk dicapai dalam waktu dekat. Menurutnya, kesiapan ekosistem pendukung saat ini masih sangat minim.

“Saya kira kesiapan saat ini masih sangat minim, sehingga target untuk mengonversi 120 juta kendaraan ke listrik itu sangat tidak realistis karena banyak kendala yang belum diatasi,” ujar Fahmy saat dihubungi, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

Fahmy mengidentifikasi tiga Pekerjaan Rumah (PR) utama yang harus dituntaskan pemerintah:

1. Sebaran SPKLU yang Belum Merata

Infrastruktur pengisian daya atau SPKLU saat ini masih terkonsentrasi di pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Padahal, penggunaan sepeda motor menjangkau hingga pelosok daerah. Fahmy menekankan bahwa keterbatasan akses pengisian daya akan menyulitkan mobilitas pengguna, terutama pekerja sektor transportasi seperti ojek online.

“SPKLU adanya di mal-mal. Padahal sepeda motor itu digunakan hingga ke pelosok. Kalau misalnya ojek online kehabisan listrik di jalan, tentu akan mengganggu,” jelasnya.

Ia menambahkan, PLN sebagai penyedia listrik cenderung baru akan berinvestasi jika jumlah pengguna sudah cukup besar. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur masih menghadapi tantangan dari sisi keekonomian.

3 Masalah Ini Bisa Hambat Konversi Kendaraan Listrik
Tren Penjualan Motor Listrik dalam 5 Tahun Terakhir. (Sumber: Gaikindo, Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu)

2. Minimnya Jaringan Bengkel Konversi

Berbeda dengan jaringan bengkel pabrikan konvensional yang sudah menjangkau pedesaan, bengkel khusus konversi listrik masih sangat terbatas. Tanpa ekosistem bengkel yang luas, insentif sebesar apa pun dinilai sulit menarik minat masyarakat di luar wilayah perkotaan.

Fahmy mencontohkan jaringan bengkel seperti AHASS yang telah menjangkau hingga pelosok. Menurutnya, ekosistem serupa perlu dibangun untuk mendukung konversi kendaraan listrik. “Kalau konsumen di desa harus ke kota untuk konversi, tentu akan menyulitkan, meskipun ada berbagai insentif yang diberikan,” tuturnya.

3. Ketidakpastian Nilai Jual Kembali (Resale Value)

Keputusan konsumen untuk beralih sangat dipengaruhi oleh persepsi nilai ekonomis jangka panjang. “Perlu ada semacam jaminan agar harga jual kembali tidak jatuh, sehingga bisa mendorong konsumen untuk beralih,” jelas Fahmy.

3 Masalah Ini Bisa Hambat Konversi Kendaraan Listrik
Tren Penjualan Mobil Listrik dalam 5 Tahun Terakhir. (Sumber: Gaikindo, Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu)

Selain aspek hilir, Fahmy menyoroti ironi pada sektor hulu di mana sekitar 56% pasokan listrik nasional masih bersumber dari batu bara. Hal ini dinilai kontradiktif dengan semangat transisi menuju energi bersih.

Meskipun Pemerintah telah menyiapkan rencana produksi sedan listrik nasional pada 2028 dan memperkuat kendaraan komersial, Fahmy mendesak kehadiran peta jalan (roadmap) yang lebih terukur.

“Jadikan ini prioritas, susun roadmap yang jelas, dan tentukan target yang sesuai dengan kemampuan. Jangan terlalu muluk agar bisa tercapai,” tandasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia