Minggu, 21 Juni 2026

Pedagang Plastik Mulai Keluhkan Keterbatasan Stok

Penulis : Ricki Putra Harahap
24 Apr 2026 | 15:54 WIB
BAGIKAN
Pekerja merapikan barang kiriman plastik di Jakarta, baru-baru ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pekerja merapikan barang kiriman plastik di Jakarta, baru-baru ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Harga berbagai jenis plastik di Pasar Senen, Jakarta Pusat, mengalami kenaikan signifikan hingga 50% pada Jumat (24/4/2026). Selain lonjakan harga, para pedagang kini mengeluhkan terbatasnya stok serta penurunan omzet akibat gangguan distribusi bahan baku global.

Kenaikan ini dilaporkan mulai terjadi pasca-Lebaran 2026 dan semakin tidak terkendali pada awal April. Rizky, salah satu pedagang di Pasar Senen, menyebutkan bahwa kenaikan paling drastis terjadi pada plastik pembungkus kiloan, plastik kresek, hingga kertas nasi.

“Kalau kenaikan rata-rata semua naik sekitar 50% dari awal bulan ini,” ujar Rizky saat ditemui di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Secara rinci, harga plastik pembungkus kiloan yang semula Rp 10.000 kini melonjak menjadi Rp 15.000 per bungkus. Plastik kresek naik dari Rp 15.000 ke Rp 25.000, sementara kertas nasi merangkak naik dari harga Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 per pak.

Merujuk keterangan pihak distributor, Rizky mengatakan bahwa kondisi ini dipicu oleh terhambatnya pasokan bahan baku plastik yang mayoritas masih mengandalkan impor dari kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik di wilayah tersebut menyebabkan jalur distribusi tersendat dan mengerek biaya logistik serta harga bahan baku.

“Karena bahan bakunya impor dari Timur Tengah, setelah ada perang di sana, distribusinya terganggu. Jadi harga ikut naik,” imbuhnya.

Dampak dari krisis ini juga merambah ke sisi pasokan. Pihak distributor mulai membatasi kuota barang ke pedagang. Jika sebelumnya pedagang mampu menyetok hingga 100 bal, kini mereka hanya mendapatkan jatah sekitar 50 bal dari pabrik.

Situasi ini menjepit posisi pedagang dan konsumen. Rizky mengaku pihaknya terpaksa menaikkan harga ke konsumen. Sebagai konsekuensinya, omzetnya kini menurun karena pelanggan mulai membatasi pembelian atau beralih ke alternatif kemasan yang lebih murah.

“Konsumen pasti kaget, ya. Tapi kami beri pengertian bahwa ini naik dari distributor. Mereka mau tidak mau beli karena butuh, meski sekarang jadi lebih berhemat,” tutup Rizky.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 60 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia