Minggu, 21 Juni 2026

Impor LPG Industri & Bahan Baku Plastik Dipermudah

Penulis : Addin Anugrah Siwi
28 Apr 2026 | 22:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Investor Daily Roundtable: Menakar Denyut Ekonomi, Akselerasi Pertumbuhan di Tengah Gejolak Global di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Investor Daily Roundtable: Menakar Denyut Ekonomi, Akselerasi Pertumbuhan di Tengah Gejolak Global di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah resmi membebaskan bea masuk impor bahan baku plastik dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) industri menjadi 0%. Pemerintah juga akan mempermudah proses perizinan agar barang impor tidak tertahan terlalu lama.

Langkah strategis tersebut diambil untuk meredam lonjakan harga plastik di pasar domestik serta menjamin ketersediaan pasokan bagi industri kemasan, makanan, dan minuman yang kini tengah tertekan gejolak global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku petrokimia di dalam negeri. Dua raksasa petrokimia nasional, Chandra Asri dan Lotte Chemicals, dilaporkan mengalami kendala operasional akibat sulitnya mendapatkan nafta sebagai bahan dasar plastik.

ADVERTISEMENT
Impor LPG Industri & Bahan Baku Plastik Dipermudah
Konsumsi plastik menurut jenis produk. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Dua refinery kita yang Chandra Asri dan Lotte Chemicals, itu sudah mendeclare force major khusus untuk Chandra Asri. Artinya dia tidak bisa menyuplai kebutuhan packaging (kemasan) dalam negeri, karena kesulitan mendapatkan nafta,” ujar Airlangga dalam acara Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kelangkaan nafta tersebut berdampak sistemik terhadap ketersediaan turunan bahan baku plastik seperti polipropilena, polietilena, Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), dan High Density Polyethylene (HDPE). Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, pemerintah membuka keran impor dari berbagai sumber (multiple source) dengan insentif bea masuk 0% untuk menetralisir kenaikan harga internasional yang telah menyentuh angka 100%.

“Nah kalau dari dua refinery itu enggak memberikan bahan baku plastik, tentu polipropilena, polietilena, LLDPI, HDDPI juga kesulitan,” ujar Airlangga.

Selain bahan baku plastik, pemerintah juga memberikan insentif serupa untuk LPG industri. Bea masuk LPG yang semula 5% dipangkas menjadi 0% agar dapat menjadi substitusi bahan baku sementara bagi industri yang terdampak kelangkaan nafta.

Impor LPG Industri & Bahan Baku Plastik Dipermudah
Pohon industri petrokimia. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Nafta itu bisa disubstitusi oleh LPG. Oleh karena itu tadi diputuskan bahwa biaya masuk LPG yang biasanya 5%, khusus untuk industri kita nol-kan, karena ini akan menjadi bahan baku,” ujarnya.

Guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif, pemerintah juga melakukan akselerasi perizinan impor melalui perbaikan Peraturan Teknis (Pertek). Airlangga menegaskan akan menerapkan mekanisme fiktif positif jika proses perizinan melampaui batas waktu yang ditentukan. Selain itu, sistem pelacakan (tracking) untuk pengurusan Standar Nasional Indonesia (SNI) bahan baku akan diperjelas demi memberikan kepastian usaha.

“Selama ini memang ada beberapa keluhan yang SNI-nya panjang sekali. Khusus untuk bahan baku diperlancar dan juga dengan waktu yang jelas diharapkan kepastian berusaha menjadi jalan,” tandas Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 53 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia