Ecocare Indo Pasifik Raih Laba Bersih Rp 19,76 Miliar Sepanjang 2025
JAKARTA, investor.id — PT Ecocare Indo Pasifik Tbk telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (13/5/2026), dengan tingkat kehadiran pemegang saham mencapai 79,37% dari total saham dengan hak suara. Seluruh agenda yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris telah disetujui oleh pemegang saham.
Baca Juga:
RUPST ADHI Angkat Komisaris BaruRUPST tahun ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan auditor eksternal untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris. Demikian keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatatkan kinerja yang solid dengan pendapatan sebesar Rp360,58 miliar dan laba bersih sebesar Rp19,76 miliar, tumbuh 5,85% secara tahunan. Kinerja ini didukung oleh kontribusi utama dari segmen jasa hygiene, serta pertumbuhan berkelanjutan pada jasa kebersihan dan pengendalian hama.
Manajemen Perseroan menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi dalam menjalankan berbagai inisiatif strategis, termasuk digitalisasi operasional, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kapabilitas internal guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari transformasi operasional, Perseroan telah mengimplementasikan sistem ERP terintegrasi, mengembangkan platform layanan digital, serta memperluas penggunaan kendaraan listrik yang kini mencakup sekitar 50% armada operasional. Langkah ini sejalan dengan komitmen Perseroan terhadap prinsip keberlanjutan (ESG).
Dalam RUPST yang sama, Perseroan juga melaporkan bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum sebesar Rp76,125 miliar telah direalisasikan sepenuhnya sesuai dengan rencana penggunaan dana.
Diketahui, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa hygiene, kebersihan, dan pengendalian hama yang menyediakan solusi layanan terintegrasi bagi berbagai segmen industri di Indonesia.
Perseroan melayani beragam pelanggan dari sektor perbankan dan keuangan, perkantoran komersial, rumah sakit dan fasilitas kesehatan, perhotelan, hingga sektor industri lainnya.
Didukung oleh jaringan operasional yang luas, Perseroan saat ini memiliki lebih dari 28 cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta melayani lebih dari 13.000 pelanggan aktif.
Perseroan juga didukung oleh lebih dari 400 tenaga kerja yang terlatih dan kompeten, yang memastikan kualitas layanan yang konsisten, efisien, dan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan terus mengedepankan inovasi dan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi. Hal ini diwujudkan melalui implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan operasional, serta pengembangan platform layanan digital guna memberikan kemudahan akses dan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






