Kamis, 14 Mei 2026

Harga Telur Anjlok karena Stok Melimpah, Mentan: akan Diserap MBG Seminggu 3 Kali

Penulis : Agung Dharma
13 Mei 2026 | 20:57 WIB
BAGIKAN
Peternak mengecek telur ayam di Waingapu, Sumba Timur, NTT. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Peternak mengecek telur ayam di Waingapu, Sumba Timur, NTT. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

SURABAYA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan harga telur ayam di tingkat peternak akan segera kembali stabil setelah pemerintah meningkatkan penyerapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut diambil menyusul anjloknya harga telur di tingkat peternak akibat melimpahnya pasokan, sementara harga pakan ternak justru terus meningkat sehingga menekan margin usaha peternak ayam petelur.

“Anjloknya harga telur di tingkat peternak karena stok telur melimpah," ungkap Amran saat mengunjungi Gudang Bulog di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk jaga stabilitas harga telur, Amran mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan penggunaan telur dalam menu program MBG. Jika sebelumnya telur hanya disajikan satu kali dalam sepekan, ke depan frekuensinya akan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali seminggu.

“Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN untuk melakukan penyerapan telur sebagai menu MBG. Yang saat ini satu kali seminggu menggunakan menu telur, maka dalam waktu dekat akan dijadikan dua hingga tiga kali menu telur,” ujar

Menurut Amran, peningkatan serapan telur melalui program MBG diharapkan mampu membantu menstabilkan harga di tingkat peternak sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur.

Harga Telur Anjlok karena Stok Melimpah, Mentan: akan Diserap MBG Seminggu 3 Kali
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di sela-sela kunjungan di Gudang Bulog, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026). (B-Universe Photo/Agung Dharma)

Intervensi harga melalui program MBG ini bukan tanpa syarat. Mentan Amran menegaskan bahwa peningkatan konsumsi telur tidak boleh mengganggu keberlangsungan program MBG yang menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional.

“Namun dengan catatan MBG tidak boleh diganggu karena program tersebut merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia,” tegas Amran.

Lebih lanjut, Amran menyebut program MBG bukan sekadar program jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, ia menegaskan program tersebut tidak seharusnya dipolitisasi karena fokus utamanya adalah memperbaiki gizi dan masa depan anak-anak Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia