Kamis, 14 Mei 2026

Pengusaha China Protes Kebijakan Tambang RI, Begini Respons Bahlil

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
13 Mei 2026 | 21:16 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta. (Foto: Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta. (Foto: Kementerian ESDM)

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merespons surat protes yang dilayangkan Kamar Dagang China (China Chamber of Commerce in Indonesia) kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi keluhan para investor asal Negeri Tirai Bambu terkait ketidakpastian iklim bisnis di sektor pertambangan dan hilirisasi nikel Indonesia.

Meski mengaku belum menerima salinan fisik surat tersebut, Bahlil menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar China untuk memberikan penjelasan mengenai berbagai kebijakan sumber daya mineral, termasuk revisi formula Harga Patokan Mineral (HPM) nikel.

“Beberapa sudah komunikasi sama saya, dubesnya pun sudah ngobrol sama saya, dan saya memberikan penjelasan dengan baik,” ungkap Bahlil saat ditemui di gedung, Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, investor China menyoroti sejumlah poin krusial yang dianggap memberatkan, mulai dari kenaikan pajak dan royalti, pengetatan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga pemangkasan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bijih nikel yang mencapai lebih dari 70% sejak awal 2026. Dalam hal pemangkasan kuota saja, investor asal China memprotes pengurangan hingga 30 juta ton di tambang-tambang besar.

Belum lagi, Kementerian ESDM juga disebut baru menaikkan HPM bijih nikel dan mengubah formula perhitungannya dengan memasukkan unsur kobalt, besi, serta mineral lainnya. Investor China menilai kebijakan itu membuat biaya komprehensif bijih nikel melonjak hingga 200%.

Sedangkan menanggapi keluhan soal pajak ekspor dan royalti, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah moderat dengan menunda penerapan kebijakan tersebut untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.

“Kita sudah sepakati kita tangguhkan sementara sambil kita mencari formulasi yang baik. Dengan tetap mengedepankan kepentingan negara dan juga kepentingan pengusaha. Harus sama-sama untung ya,” tegas Bahlil.

Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog guna memastikan regulasi yang diterapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi penerimaan negara tanpa mengganggu stabilitas iklim investasi.

Di sisi lain, meskipun melayangkan protes, para investor China menyatakan tetap berkomitmen pada kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan meminta Presiden Prabowo menjamin iklim usaha yang adil serta transparan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 59 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 1 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 2 jam yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia