Tren Hunian Modern Dorong Permintaan Pemanas Air
JAKARTA, Investor.id — Penggunaan pemanas air (water heater) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya gaya hidup masyarakat perkotaan, dan bertambahnya pembangunan hunian modern. Mandi air hangat yang sebelumnya identik dengan fasilitas premium kini banyak digunakan sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari untuk menunjang kenyamanan dan kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan mandi air hangat dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari membantu melancarkan sirkulasi darah, meredakan ketegangan otot, mengurangi stres, hingga meningkatkan kualitas tidur. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews juga menyebutkan bahwa mandi atau berendam air hangat dapat membantu mengatasi insomnia dan memperbaiki kualitas tidur.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat tersebut, pasar pemanas air dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang cukup besar. Teknologi pemanas air pun terus berkembang dengan beragam pilihan sumber energi, mulai dari listrik, gas, tenaga surya, hingga sistem pompa panas (heat pump).
Laporan 6Wresearch memproyeksikan pasar pemanas air listrik Indonesia tumbuh rata-rata 5,6% per tahun pada 2025–2031. Sementara itu, data WITS/World Bank menunjukkan impor pemanas air listrik Indonesia mencapai US$39,89 juta pada 2024, yang mengindikasikan pasar domestik masih memiliki kebutuhan pasokan yang cukup besar.
Product Manager Water Solution Wasser, Darian Tjiandra, mengatakan pemanas air listrik saat ini menjadi salah satu pilihan yang paling banyak diminati konsumen karena dinilai praktis dalam pemasangan dan perawatan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat pemanas air listrik paling diminati masyarakat karena instalasi dan perawatannya relatif lebih mudah dan efisien, serta sesuai dengan kebutuhan rumah tangga modern yang mengutamakan kenyamanan,” ujarnya.
Berdasarkan data internal perusahaan, pemanas air listrik menyumbang sekitar 65% dari total penjualan produk pemanas air Wasser. Sisanya berasal dari pemanas air berbahan bakar gas, tenaga surya, dan pompa panas.
Wasser sendiri merupakan salah satu lini bisnis PT Aditya Sarana Graha (ASG), perusahaan yang memasarkan berbagai produk kebutuhan rumah tangga dan bangunan, mulai dari pompa air, pemanas air, hingga perangkat sanitasi.
Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Konsumen
Di tengah meningkatnya penggunaan pemanas air listrik, aspek keamanan masih menjadi salah satu perhatian utama konsumen. Kekhawatiran terhadap risiko kebocoran listrik menjadi tantangan yang harus dijawab produsen melalui pengembangan teknologi perlindungan yang lebih baik.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Wasser memperkenalkan seri pemanas air listrik Ardour+ yang dilengkapi teknologi ShockProof atau perlindungan antisetrum. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu meminimalkan risiko sengatan listrik akibat kebocoran arus listrik pada perangkat.
Selain itu, perangkat tersebut juga dilengkapi Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB), yakni sistem pemutus arus otomatis yang akan bekerja ketika terdeteksi kebocoran listrik.
“Fitur ShockProof dirancang untuk menghambat dan mengurangi kandungan listrik di dalam air jika terjadi kebocoran listrik pada komponen pemanas air, sehingga memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna,” kata Darian.
Selain fitur keamanan, produk tersebut menawarkan pengaturan suhu air dengan konsumsi daya antara 200 watt hingga 350 watt. Wasser juga menghadirkan seri Ardour+ Triheat yang memungkinkan pengguna memilih tiga tingkat pemanasan berbeda sesuai kebutuhan dan konsumsi energi yang diinginkan.
Darian menilai konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan, tetapi juga efisiensi energi dan keamanan dalam memilih perangkat rumah tangga.
“Pengguna makin membutuhkan produk yang mampu memberikan kenyamanan, keamanan, sekaligus fleksibilitas dalam mengatur tingkat panas dan konsumsi daya listrik,” katanya.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



