Bank Sentral Timbun Emas Jadi Sorotan Hedge Fund
JAKARTA, investor.id - Pendiri perusahaan dana investasi privat atau hedge fund ternama asal Amerika Serikat menilai bahwa emas akan menjadi cadangan aset utama secara global, seiring berlanjutnya langkah bank sentral meningkatkan kepemilikan logam mulia.
Dikutip dari Fortune, Senin (16/2/2026), Pendiri Greenlight Capital, David Einhorn menyoroti lonjakan harga emas yang telah melampaui level US$ 5.000 per troy ons imbas sentimen geopolitik dan kebijakan tarif dagang Presiden AS Donald Trump.
Pada saat yang sama, defisit anggaran AS membengkak hingga mencapai angka yang dinilai tidak berkelanjutan sebesar US$ 1,9 triliun. Kondisi ini disebut-sebut berisiko menggeser posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia.
Menurut Einhom, faktor-faktor ini membuat beberapa investor memprediksi jatuhnya surat berharga pemerintah sebagai satu-satunya cadangan global yang sebenarnya. Maka dari itu, bank-bank sentral global mulai memperluas cadangan mereka ke emas.
“Bank sentral di seluruh dunia membeli emas,” kata Einhorn.
“Padahal beberapa tahun yang lalu, sebagian besar adalah surat berharga pemerintah. (Emas) menjadi aset cadangan karena kebijakan perdagangan AS tidak stabil, dan hal itu menyebabkan negara-negara lain mengatakan, 'Kami ingin menyelesaikan perdagangan kami dengan sesuatu selain dolar AS," bebernya.
Terbaru, Bank sentral China atau People’s Bank of China (PBOC), terus melanjutkan aksi beli emasnya selama 15 bulan berturut-turut. Berdasarkan data yang dirilis pada Sabtu (7/2/2026), cadangan emas yang dimiliki PBOC naik sebesar 40.000 troy ons bulan lalu. Tren pembelian emas secara masif oleh China ini diketahui telah dimulai sejak November 2024 sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset.
Dipantau dari laman Kitco, Senin (16/2/2026), harga emas spot terpantau melemah 0,50% ke level US$ 5.015 per troy ons pada Minggu malam (15/2) waktu AS.
Sebelumnya, harga emas pada hari Jumat (13/2/2026) sempat melonjak lebih dari 2% didorong oleh sentimen data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Saat itu, harga emas spot melejit 2,25% menjadi US$ 5.032,7 per troy ons.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






