Sabtu, 4 April 2026

Bank Sentral Timbun Emas Jadi Sorotan Hedge Fund

Penulis : Natasha Khairunisa
16 Feb 2026 | 12:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id - Pendiri perusahaan dana investasi privat atau hedge fund ternama asal Amerika Serikat menilai bahwa emas akan menjadi cadangan aset utama secara global, seiring berlanjutnya langkah bank sentral meningkatkan kepemilikan logam mulia.

Dikutip dari Fortune, Senin (16/2/2026), Pendiri Greenlight Capital, David Einhorn menyoroti lonjakan harga emas yang telah melampaui level US$ 5.000 per troy ons imbas sentimen geopolitik dan kebijakan tarif dagang Presiden AS Donald Trump.

Pada saat yang sama, defisit anggaran AS membengkak hingga mencapai angka yang dinilai tidak berkelanjutan sebesar US$ 1,9 triliun. Kondisi ini disebut-sebut berisiko menggeser posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia.

Menurut Einhom, faktor-faktor ini membuat beberapa investor memprediksi jatuhnya surat berharga pemerintah sebagai satu-satunya cadangan global yang sebenarnya. Maka dari itu, bank-bank sentral global mulai memperluas cadangan mereka ke emas.

“Bank sentral di seluruh dunia membeli emas,” kata Einhorn.

“Padahal beberapa tahun yang lalu, sebagian besar adalah surat berharga pemerintah. (Emas) menjadi aset cadangan karena kebijakan perdagangan AS tidak stabil, dan hal itu menyebabkan negara-negara lain mengatakan, 'Kami ingin menyelesaikan perdagangan kami dengan sesuatu selain dolar AS," bebernya.

Terbaru, Bank sentral China atau People’s Bank of China (PBOC), terus melanjutkan aksi beli emasnya selama 15 bulan berturut-turut. Berdasarkan data yang dirilis pada Sabtu (7/2/2026), cadangan emas yang dimiliki PBOC naik sebesar 40.000 troy ons bulan lalu. Tren pembelian emas secara masif oleh China ini diketahui telah dimulai sejak November 2024 sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset.

Dipantau dari laman Kitco, Senin (16/2/2026), harga emas spot terpantau melemah 0,50% ke level US$ 5.015 per troy ons pada Minggu malam (15/2) waktu AS.

Sebelumnya, harga emas pada hari Jumat (13/2/2026) sempat melonjak lebih dari 2% didorong oleh sentimen data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Saat itu, harga emas spot melejit 2,25% menjadi US$ 5.032,7 per troy ons.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 46 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 58 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 59 menit yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia