Harga Emas Diramal Masih Bullish, Level US$ 5.000 Jadi Kunci
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia menutup pekan dengan kinerja solid dan mencatat kenaikan tiga minggu berturut-turut. Logam mulia ini mendapat dorongan dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta ketidakpastian perdagangan menyusul putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Presiden AS Donald Trump pada pekan lalu.
Kendati pasar saham mampu bangkit menjelang penutupan perdagangan, kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan tersebut terhadap kondisi fiskal pemerintah tetap menopang permintaan aset safe haven seperti emas.
Harga emas ditutup melonjak 2,1% ke level US$ 5.104,3 per ons troi pada Jumat (20/2/2026). Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 5.595,46 pada 29 Januari lalu.
Analis Pasar Forex.com Fawad Razaqzada menilai, prospek jangka pendek emas masih konstruktif. “Selama struktur harga tidak berubah, bias pergerakan emas masih cenderung naik,” ujarnya dalam ulasan terbarunya.
Pada akhir pekan, Razaqzada mengatakan, harga emas ditutup nyaman di atas level psikologis US$5.000 per ons troi . Secara teknikal, grafik mingguan menunjukkan pola menyerupai bullish hammer, yang umumnya mengindikasikan dominasi pembeli.
Menurut Razaqzada, pola tersebut bukan karakter pasar yang siap berbalik arah turun. “Ini menunjukkan pembeli masih mengendalikan pergerakan harga, meskipun sempat terjadi koreksi tajam pada akhir Januari,” jelasnya.
Razaqzada menambahkan, Level US$ 5.100 per ons troi yang sebelumnya menjadi resistance pada 11 Februari kini berhasil ditembus dan dipertahankan hingga penutupan mingguan. Penembusan ini dinilai signifikan karena mengindikasikan momentum kenaikan masih terbangun, bukan melemah.
Target Kenaikan Berikutnya
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






