Harga Perak Perkasa Usai MA AS Batalkan Tarif Global Trump
JAKARTA, investor.id - Harga perak kembali menguat di awal pekan dengan menembus level US$ 86, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian seputar kebijakan tarif dagang Amerika Serikat.
Dipantau dari laman Kitco, Senin (23/2/2026) harga perak terpantau menguat 2,44% ke level US$ 86,58 per troy ons pada Minggu malam (22/2) waktu AS.
Penguatan harga perak terjadi di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Harga perak juga menguat beberapa waktu setelah Mahkamah Agung AS dengan suara 6 banding 3 memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki wewenang untuk menggunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional terkait pengenaan tarif dagang kepada negara-negara mitra.
Direktur pelaksana dan analis komoditas di BMO Equity Research, Helen Amos mengungkapkan bahwa harga perak diantisipasi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan, mengingat rasionya terhadap emas saat ini.
“Kami sedikit waspada terhadap perak sekarang,” kata Amos, dikutip dari Kitco News.
Namun Amos juga menyoroti posisi perak sebagai komoditas industri, di mana ketersediaan di pasar fisik mulai mengecil.
Baca Juga:
Harga Perak Terseret Arus Sentimen Ganda"Saya pikir investor ritel sedikit terbawa suasana selama Desember 2025 dan Januari 2026, mungkin karena sentimen penurunan nilai mata uang. Kita memiliki banyak aktivitas spekulatif dan banyak perdagangan opsi yang mendorong (harga perak) naik. Semua volatilitas yang kita alami tidak menguntungkan perak dalam hal reputasinya sebagai aset safe haven," ujar dia.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






