Sabtu, 4 April 2026

Harga Perak Perkasa Usai MA AS Batalkan Tarif Global Trump

Penulis : Natasha Khairunisa
23 Feb 2026 | 07:15 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga perak Antam (ANTM)
Sumber; Ist
ilustrasi harga perak Antam (ANTM) Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id - Harga perak kembali menguat di awal pekan dengan menembus level US$ 86, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian seputar kebijakan tarif dagang Amerika Serikat. 

Dipantau dari laman Kitco, Senin (23/2/2026) harga perak terpantau menguat 2,44% ke level US$ 86,58 per troy ons pada Minggu malam (22/2) waktu AS.

Penguatan harga perak terjadi di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. 

Advertisement

Harga perak juga menguat beberapa waktu setelah Mahkamah Agung AS dengan suara 6 banding 3 memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki wewenang untuk menggunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional terkait pengenaan tarif dagang kepada negara-negara mitra.

Direktur pelaksana dan analis komoditas di BMO Equity Research, Helen Amos mengungkapkan bahwa harga perak diantisipasi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan, mengingat rasionya terhadap emas saat ini.

“Kami sedikit waspada terhadap perak sekarang,” kata Amos, dikutip dari Kitco News.

Namun Amos juga menyoroti posisi perak sebagai komoditas industri, di mana ketersediaan di pasar fisik mulai mengecil.

"Saya pikir investor ritel sedikit terbawa suasana selama Desember 2025 dan Januari 2026, mungkin karena sentimen penurunan nilai mata uang. Kita memiliki banyak aktivitas spekulatif dan banyak perdagangan opsi yang mendorong (harga perak) naik. Semua volatilitas yang kita alami tidak menguntungkan perak dalam hal reputasinya sebagai aset safe haven," ujar dia.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 14 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 44 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 55 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia