Akan Ditunjuk Jadi Distributor Raksasa Kimia TFL, Berapa Potensi Cuan KKES?
JAKARTA, investor.id - PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) akan ditunjuk menjadi distributor resmi oleh raksasa produk kimia terbesar asal Jerman, TFL (Technische Fabrikasse fur Leather). Keputusan itu diambil setelah TFL mengakhiri kerjasama dengan agen resmi sebelumnya di Indonesia.
TFL dikenal sebagai salah satu perusahaan kimia spesialis terbesar di dunia untuk industri kulit samak (leather tanning). “Penunjukan KKES oleh TFL ini memang belum sampai tahap penandatangan kontrak. Selama ini TFL sudah punya agen di Indonesia, tetapi kerjasama sudah berakhir dan saat ini KKES yang ditunjuk,” ujar sumber yang mengetahui rencana kesepakatan bisnis tersebut.
Penandatangan kesepakatan kerjasama antara KKES dengan TFL kabarnya akan segera berlangsung sebelum akhir bulan September 2022 ini. Jika terealisasi September ini, maka kuartal keempat 2022 nanti, KKES sudah bisa meraih cuan dari kerjasama bisnis ini. Hal itu akan terrefleksi pada peningkatan penjualan perseroan.
KKES dikenal sebagai distributor aneka produk kimia untuk berbagai sektor industri. Pada 8 Agustus 2022 lalu, saham resmi dicatatkan (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). IPO (initial public offering) saham KKES mendapat respons positif dari investor sehingga mengalami kelebihan permintaan (over subscribed) sekitar 30,45 kali.
Pada tanggal 2 Agustus hingga 4 Agustus 2022, perseroan mulai menawarkan sebanyak 300 juta saham baru yang setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham dengan nilai nominal Rp 10 per saham tersebut ditawarkan seharga Rp 105 per saham.
Dari penawaran umum, KKES meraih IPO sebesar Rp 31,5 miliar. Sebesar 95% dari dana hasil penawaran umum digunakan KKES sebagai modal kerja. Tepatnya untuk biaya operasional dan pengembangan bisnis. Rinciannya sekitar 30% untuk biaya operasional dan 65% untuk pembelian barang dagangan dan pelunasan utang usaha kepada pemasok. Sisanya sebesar 5% akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi, termasuk digitalisasi untuk mendukung sales, delivery, inventory, dan logistic.
Kusuma Kemindo Sentosa didirikan pada 9 November 1990. Sampai dengan akhir 2021, aset tercatat sebesar Rp 112,10 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 103,56 miliar. Pada Maret 2022 (unaudited), aset tersebut naik menjadi Rp 119,21 miliar.
Sementara itu, liabilitas perseroan per Maret 2022 juga sebesar Rp 83,98 miliar. Pada akhir 2021, liabilitas perseroan sebesar Rp 80,74 miliar dan Rp 90,94 pada 2020.
Sedangkan, ekuitas pada akhir Maret 2022 (unaudited) mencapai Rp 35,23 miliar dan pada 2021 tercatat Rp 31,96 miliar naik dari Rp 12,62 miliar yang dibukukan pada 2020. Pendapatan pada 2021 juga meningkat menjadi Rp 226,40 miliar dibanding posisi 2020 sebesar Rp 205,05 miliar. Selanjutnya, pada Maret 2022, perseroan membukukan pendapatan (unaudited) sebesar Rp 62,37 miliar.
Posisi laba kotor pada akhir 2021 sebesar Rp 43,88 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 35,35 miliar. Posisi laba tahun berjalan 2021 tampak kinclong yang ditandai dengan keberhasilan membalikkan keadaan dari rugi Rp 8,89 miliar tahun 2020 menjadi surplus Rp 18,49 miliar. Selanjutnya pada Maret 2022, perseroan membukukan laba kotor Rp 13,09 miliar, dan laba tahun berjalan (unaudited) sebesar Rp 3,87 miliar. Saat ini posisi return on assets (ROA) perseroan tercatat 3,25% dan return on equity (ROE) sebesar 10,98%.
Pengalaman lebih dari 32 tahun di bidang bisnis distribusi bahan baku dan barang kimia mengantar perusahaan punya high skill yang sekaligus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan. Keunggulan lain adalah kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perubahan dan teknologi baru, high efficiency, smart strategy, good SOP dan GCG, serta integritas yang kuat.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

