Emiten Sawit Astra (AALI) Panen Laba
JAKARTA, investor.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencetak kenaikan laba bersih setelah memanen hasil menggembirakan dari penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berikut inti sawit dan bisnis lainnya.
Tercatat, sepanjang tahun buku 2025, AALI membukukan pendapatan bersih sejumlah Rp28,65 triliun, naik dari Rp21,81 triliun pada tahun sebelumnya. Penjualan CPO dan turunannya merupakan mesin utama pendapatan perseroan dengan kontribusi mencapai Rp25,52 triliun.
Angka tersebut tumbuh ketimbang periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,18 triliun. Bukan hanya penjualan CPO, pendapatan AALI dari penjualan inti sawit dan turunannya juga meningkat dari Rp1,62 triliun pada 2024 menjadi Rp3,12 triliun pada 2025. Sedangkan penjualan dari bisnis lainnya terkoreksi tipis dari Rp11,36 miliar menjadi Rp10,92 miliar.
AALI mengoperasikan usaha kelapa sawit di tiga pulau besar di Indonesia yaitu Sumatra dengan memberikan kontribusi pendapatan bersih sebesar Rp11,77 triliun, Kalimantan sebesar Rp12,88 triliun, dan Sulawesi dengan sumbangsih sebesar Rp16,67 triliun.
Meningkatnya pendapatan bersih AALI membuat laba kotor perseroan ikut terdongkrak dari Rp3,34 triliun menjadi Rp4,63 triliun pada 2025, dengan beban pokok pendapatan mencapai Rp24 triliun, lebih tinggi daripada tahun sebelumnya Rp18,47 triliun.
Sementara, kerugian operasi perseroan pada 2025 membengkak hingga mencapai Rp2,40 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp1,63 triliun. Membesarnya kerugian operasi itu disebabkan oleh meningkatnya sejumlah biaya, mulai dari beban umum dan administrasi, beban penjualan, hingga bagian atas hasil bersih ventura bersama.
Namun, setelah dipotong pajak, AALI mampu menghasilkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,47 triliun, tumbuh 28,95% ketimbang laba bersih pada periode sama tahun lalu sebesar Rp1,14 triliun. Laba per saham juga menguat dari Rp596 per saham menjadi Rp764 per saham.
Selama menjalankan operasi bisnis pada 2025, perseroan mengantongi kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp4,21 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya Rp3,37 triliun. Sedangkan kas bersih yang digunakan untuk investasi mencapai Rp781 miliar, yang masing-masing dipakai untuk penambahan aset tetap sebesar Rp299 miliar dan penambahan tanaman produktif sebesar Rp482 miliar.
Adapun kas bersih yang digunakan untuk memenuhi aktivitas pendanaan mencapai Rp3,96 triliun. Angka tersebut naik signifikan daripada periode sama tahun lalu, sebesar Rp1,32 triliun. Hingga akhir tahun, AALI membukukan kas dan setara sejumlah Rp2,75 triliun, menyusut 15,63% dari Rp3,2 triliun pada akhir 2024.
Dari sisi neraca, AALI mencatatkan total aset lancar sebesar Rp8,66 triliun, melejit dibanding tahun buku 2024 sebesar Rp8,4 triliun, dan aset tidak lancar sebesar Rp18,3 triliun, mengecil ketimbang Rp20,3 triliun pada 2024, sehingga total aset perseroan mencapai Rp27 triliun sepanjang 2025.
Total liabilitas mengecil menjadi Rp2,8 triliun dibandingkan total liabilitas 2024 yang mencapai Rp5,5 triliun. Alhasil, ekuitas AALI pun menguat dari Rp23,2 triliun pada 2024 menjadi Rp24,1 triliun pada 2025.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




