Sabtu, 4 April 2026

Harga Bitcoin (BTC) Tergelincir, tapi Ada Sinyal Akumulasi 

Penulis : Indah Handayani
17 Feb 2026 | 06:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto turun tipis pada perdagangan Selasa (17/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) hari ini tergelincir, meski gelombang akumulasi besar dan sinyal teknikal membuka peluang reli dalam jangka pendek.

Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 06.05 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melemah 0,06% menjadi US$ 2,35 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat turun 0,49% ke US$ 68.585 per koin atau sekitar Rp 1,15 miliar (kurs Rp 16.838) pada saat berita ini ditulis.

Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, malah terkerek 0,19%. Dengan Ethereum melonjak 1,15% ke US$ 1.989, XRP naik tipis 0,01% ke US$ 1,48, Binance (BNB) naik 1,62% ke US$ 625. Sedangkan Solana (SOL) menguat 0,63% ke US$ 85,7 dan Dogecoin (DOGE) terkoreksi 2,65% ke US$ 0,1.

Advertisement

Dikutip dari harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah muncul gelombang akumulasi besar yang mendorong analis membuka peluang kenaikan menuju area US$ 80.000–US$ 84.000 dalam jangka pendek.

Pada awal perdagangan Senin, Bitcoin sempat terkoreksi tajam ke bawah US$ 68.000, setelah reli menembus US$ 70.000 pada akhir pekan. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Data order book menunjukkan posisi bid (permintaan beli) yang agresif, sementara data on-chain mengindikasikan peningkatan akumulasi jangka panjang.

Analis kripto Mark Cullen menyebut harga Bitcoin berpotensi bergerak menuju area ‘CME gap’ awal Februari di kisaran US$ 80.000 – 84.000.

CME gap terbentuk ketika kontrak berjangka Bitcoin di Chicago Mercantile Exchange (CME) tutup pada akhir pekan dan dibuka kembali pada harga berbeda, sehingga menyisakan celah harga tanpa volume transaksi.

Secara historis, harga Bitcoin kerap kembali ke area tersebut untuk ‘mengisi’ gap. Sejak Agustus 2025, sembilan dari sepuluh CME gap telah tertutup. Saat ini, area US$ 80.000 – 84.000 menjadi celah teknikal utama yang belum tersentuh.

Posisi Bid

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 8 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 12 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 20 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia