Sabtu, 4 April 2026

Harga Bitcoin (BTC) Merosot, Kripto Tertekan Tarif Trump

Penulis : Indah Handayani
23 Feb 2026 | 06:21 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin. (Istimewa)
Ilustrasi Bitcoin. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto turun pada perdagangan Senin (23/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) hari ini merosot di tengah tekanan sentimen global menyusul kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) menjadi 15% oleh Presiden AS Donald Trump. Ketidakpastian kebijakan dagang membuat aset kripto kembali tertekan.

Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,87% menjadi US$ 2,32 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat merosot 0,42% ke US$ 67.677 per koin atau sekitar Rp 1,14 miliar (kurs Rp 16.862) pada saat berita ini ditulis.

Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, jatuh 1,3%. Dengan Ethereum terpangkas 0,74% ke US$ 1.958, Binance (BNB) jatuh 1,77% ke US$ 615, Solana (SOL) anjlok 2,47% ke US$ 83, XRP ambles 2,53% ke US$ 1,39, dan Dogecoin (DOGE) ambrol 3,53% ke US$ 0,09.

Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin (BTC) kembali ke level US$67.000 di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif AS. Tekanan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif global menjadi 15% dari sebelumnya 10%, meskipun Mahkamah Agung AS baru saja membatalkan kebijakan darurat perdagangan yang lebih luas.

Sebelumnya, putusan Mahkamah Agung sempat dipandang dapat membatasi langkah Washington dalam menerapkan tarif besar-besaran, khususnya menjelang rencana kunjungan Trump ke Beijing pada 31 Maret mendatang. Namun, pemerintah AS justru merespons dengan menaikkan tarif global, sehingga ketidakpastian hukum dan kebijakan tetap membayangi pasar.

Tarif AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 11 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 41 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 52 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia