Jumat, 15 Mei 2026

Tahun Ekspansi Perbankan

Penulis : Investor Daily
22 Apr 2022 | 08:01 WIB
BAGIKAN
Kinerja Perbankan.
Kinerja Perbankan.

Tahun ini, investor kembali memburu saham-saham emiten perbankan di Tanah Air. Maklum, kinerja bank kian kinclong. Ekspansi kredit tak terbendung, meski dibayangi agresivitas The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk memerangi tingginya inflasi Amerika Serikat.

Kredit perbankan dipastikan melaju kencang tahun ini, bahkan untuk sejumlah bank besar bisa kembali tumbuh double digit. Bank papan atas seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bisa agresif pertumbuhan kreditnya, hingga 13% tahun 2022, didukung segmen kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sudah bangkit. Apalagi, pemerintah kembali mengizinkan mudik Lebaran, setelah dilarang sejak pandemi Covid-19 terjadi tahun 2020.

Momen Ramadan-Lebaran ini merupakan puncak konsumsi dalam negeri, di mana produk domestik bruto (PDB) kita mayoritas masih dikontribusi konsumsi rumah tangga. Bank Indonesia memproyeksikan kredit tumbuh 9,3% di 2022, dibanding 5,24% pada 2021.

Kebangkitan kembali bank-bank ini tak lepas dari tumbuh kencangnya berbagai sektor di Indonesia. Seiring dengan pandemi Covid-19 yang bisa dikendalikan dan suksesnya vaksinasi massal dari Sabang sampai Merauke, pertumbuhan ekonomi kita pun kembali melaju ke level sekitar 5%, dibanding tahun lalu 3,69%.

ADVERTISEMENT

Setidaknya, ada sembilan sektor yang diperkirakan tumbuh tinggi. Hal ini diindikasikan dengan lonjakan penerimaan pajak. Kemenkeu antara lain mencatat, Januari-Februari 2022, penerimaan pajak sektor pertambangan melambung 195,4%, disusul informasi dan komunikasi 62,8%, perdagangan 50,1%, industri pengolahan 37,3%, jasa perusahaan 15,2%, jasa keuangan dan asuransi 13,3%, serta konstruksi dan real estate 9,6%.

Dengan hampir semua sektor kembali bangkit, maka meski pun bunga kredit bisa naik hingga 2%, masih mampu diserap lantaran tingginya pertumbuhan permintaan kredit. Proyeksi kenaikan bunga tersebut terutama dipengaruhi rencana bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan kembali menaikkan Fed Funds Rate 6 kali lagi tahun ini, setelah pada Maret lalu menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 0,25-0,5%.

Penaikan tersebut dilakukan untuk merespons percepatan pemulihan ekonomi di negeri adidaya itu, serta melonjaknya inflasi akibat kenaikan harga energi dan komoditas lain. Harga energi dan pangan yang sudah naik sejak 2021 makin bergejolak setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina Februari lalu.

Kendati Indonesia juga ikut terdampak, namun dana asing mengalir deras ke Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari net buy saham oleh asing yang sangat tinggi tahun ini, yang mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) berkali-kali mencetak rekor tertinggi. Net buy menembus Rp 44,55 triliun hingga Kamis (21/4/2022), melampaui akumulasi sepanjang 2021 sebesar Rp 37,97 triliun.

Melejitnya IHSG di Bursa Efek Indonesia ini tak lepas dari menguatnya harga saham-saham perbankan, yang kini banyak diburu asing, seiring makro ekonomi kita yang bagus. Emiten-emiten kita juga mencatatkan kinerja yang cemerlang.

Misalnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang tumbuh makin kencang, karena menyediakan semua layanan keuangan online maupun offline yang dibutuhkan nasabah dan masyarakat luas. Dengan sudah lama melakukan pengembangan digital banking yang sangat maju, di era pandemi ini, nasabah BCA bisa berbelanja baju hingga membeli asuransi dan berinvestasi reksa dana menggunakan internet banking.

Pengembangan digitalisasinya yang hebat mampu mengungguli banyak kompetitor yang mengklaim diri sebagai bank digital. Bank yang memiliki market cap berbesar di BEI ini juga masih mempunyai kantor-kantor cabang yang setia melayani nasabahnya.

Dengan terus memacu adopsi kemajuan teknologi digital, BCA tentu saja mampu menghimpun dana murah lebih banyak. Itulah sebabnya, net interest margin (NIM) bank swasta terbesar kita ini tinggi.

Tidak hanya itu, BCA memiliki fee based income yang bagus. Alhasil, laba bersih BCA melambung 14,6%, menembus Rp 8,1 triliun kuartal I tahun ini. Dalam daftar World’s Best Banks 2022 versi Forbes, bank kelompok Djarum tersebut menempati peringkat pertama bank asal Indonesia.

Kinerja bank-bank BUMN juga cemerlang, baik BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maupun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Selain ekonomi sudah mulai pulih dan melambungnya harga-harga komoditas kita, juga karena didorong pembangunan infrastruktur yang terus bergerak. Dengan kredit yang ekspansif dan roda ekonomi berputar kencang, maka perbankan dipastikan membukukan kenaikan laba tinggi dan membagikan dividen lebih besar. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia