Jumat, 15 Mei 2026

Melobi Tarif Trump

Penulis : Euis Rita Hartati
15 Apr 2025 | 06:04 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

Pemerintah telah memutuskan untuk tidak ‘melawan’ kebijakan tarif bea masuk (BM) impor yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintah memilih jalur diplomasi, alias pendekatan langsung dengan si empunya kebijakan. Karenanya, tim lobi tingkat tinggi Indonesia pun dijadwalkan bakal melawat ke negeri Paman Sam itu pada 16-23 April 2025 mendatang, guna melangsungkan negosiasi dengan US Trade Representative (USTR), Secretary of Treasury, dan Secretary of Commerce.

Lobi tingkat tinggi ini tentunya dilakukan oleh tokoh-tokoh yang mumpuni, yakni Menteri Luar Negeri Sugiono , Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, dan Wamenkeu Thomas Djiwandono.

Jika melihat komposisi tim Indonesia tersebut, tentunya tidak diragukan lagi kepakaran di bidangnya. Tim juga dilengkapi dengan berbagai dokumen yang memuat sejumlah isu strategis, seperti tarif, hambatan non-tarif, investasi, serta usulan kerja sama resiprokal yang diharapkan Indonesia.

Banyak harapan dilimpahkan pada tim tersebut. Karena, walau bagaimanapun,pengenaan tarif impor sebesar 32% atas produk Indonesia memang cukup memberatkan dan bakal berdampak negatif terutama terhadap perekonomian nasional. Idealnya memang, jika kita bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri, menguatkan ekonomi domestiik, maka kebijakan AS tersebut bisa jadi tidak berdampak banyak bagi perekoonomian domestik. Da tak bisa dipungkiri, goncangan dunia saat ini disebabkan oleh AS yang memberlakukan peningkatan tarif tinggi kepada banyak negara.

ADVERTISEMENT

Kita memang seperti Cina yang dengan lantang menolak kebijaan Trump tersebut. Bahkan Cina dengan gagah memberlakukan tarif balasan sebesar US$ R0bert

Saat iiniejumlah dampak buruk seolah didepan mata, jika diasumsikan tidak ada upaya apapun dari pemerintah, alias membiarkan kebijakan tersebut tetap diberlakukan apa adanya. Mulai dari kinerja ekspor, lapangan kerja, serta posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok globalbakal terganggu .

Harapannya tentu kebijakan bisa dihapuskan, walaupun memang tak mudah.Namun, ada opsi lain bisa dipilih, seperti penangguhan atau pelonggaran terbatas tarif oleh AS terhadap beberapa produk ekspor Indonesia.

Pemerintah juga berusaha meningkatkan impor dari Amerika. Beberapa komoditas yang didorong untuk peningkatan impor, yakni liquefied natural gas (LNG), liquefied petroleum gas (LPG), hingga kapas, dan kedelai.

Lobi ini, bukan berarti kita bangsa pengecut, bangsa pecundang dan sejenisnya. Pemerintah seperti yang dikemukakan Presiden Prabowo, berupaya menjaga hubungan Indonesia-Amerika dalam jangka waktu yang lama. Apalagi Amerika merupakan mitra strategis Indonesia. Kalau bisa damai, kenapa harus ramai.

Lobi tetap dlakukan, namun pemerintah tetap harus menjaga marwah dan martabat bangsa ini di mata negara seperti Amerika ini. Karena, bagaimana pun, Indonesia merupakan negara bersar dan kaya dengan berbagai sumber daya alam.. Dengan pemerintahan yang jujur, maka menjadi bangsa yang besar dan kuat.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia