AI, Pertambangan, dan PDB
Industri pertambangan memiliki karakteristik yang khas bila dibandingkan industri-industri lain. Ini terutama terkait dengan keberlanjutan, risiko, dan dampak lingkungan. Pertambangan adalah industri yang tidak terbarukan, memiliki risiko tinggi, dan berdampak signifikan terhadap lingkungan, baik fisik maupun ekologis. Dan yang pasti, selain teknologi yang kompleks, industri pertambangan membutuhkan investasi besar (padal modal).
Tak hanya besar, investasi di industri pertambangan juga memiliki siklus yang panjang, mulai dari eksplorasi, konstruksi, eksploitasi, hingga reklamasi. Sering kali, rentang geografis pertambangan pun tersebar di area yang sangat luas serta mencakup lokasi terpencil atau sulit diakses, sehingga memengaruhi kebutuhan logistik dan infrastruktur. Padahal, tak ada jaminan, hasil dari kerja panjang nan mahal itu pasti sesuai harapan.
Karenanya, untuk memitigasi dan menekan segala potensi risiko yang bisa muncul, industri pertambangan selalu meng-update pemanfaatan teknologi yang paling mutakhir. Saat ini, teknologi terbaru yang memberikan harapan besar bagi industri ini—dan juga industri-inudutri lain—adalah teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
Kehadiran AI dinilai memiliki peran krusial dan strategis di sektor pertambangan. Bahkan, saking strategisnya teknologi ini, adopsi AI dinilai menjadi sebuah keharusan, apabila sektor pertambangan tidak ingin tertinggal dalam hal produktivitas, efisiensi, maupun transparansi. Semua ini terungkap dalam acara Indonesia AI Day for Mining Industry yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis (24/04/2025).
Sejumlah perusahaan teknologi informasi telah telah mengambil langkah penting untuk menyongsong era baru ini. PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) misalnya, melalui anak usahanya Lintasarta, Indosat menggandeng NVIDIA, raksasa graphics processing unit (GPU) AI yang berbasis di Amerika Serikat (AS) untuk membangun pabrik AI (AI factory) di Indonesia.
Kehadiran AI factroy dan berbagai inisiatif lainnya di bidang AI diharapkan dapat membetot minat perusahan-perusahan yang bergerak di sektor pertambangan untuk segera melakukan update teknologinya demi memaksimalkan proses eksplorasi. Karena, kehadiran AI bisa lebih memastikan, perusahaan berjalan secara aman, menjadi lebih baik dalam menjaga keselamatan maupun lingkungan sesuai kebijakan dan alur kerja perusahaan.
Sedangkan dari sisi produksi, dengan menyematkan sensor-sensor AI, proses dan peningkatan produksi perusahaan pertambangan bisa lebih dipastikan serta terpantau secara real time dan langsung. Sehingga, pemanfaatan AI bisa mengefisienkan biaya (cost), waktu, produksi, dan lainnya. Alhasil, semua itu akan bermuara pada peningkatan produktivitas perusahaan.
Secara makro, adopsi teknologi AI di sektor pertambangan juga mampu membuka lebih banyak peluang untuk meningkatan produk domestik bruto (PDB) nasional, terutama dikontribusi dari sektor pertambangan. Bahkan, inovasi AI di Indonesia diyakini dapat membantu Indonesia bergerak dari pertumbuhan PDB 5% menjadi 8% seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Mengacu data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), kontribusi sektor pertambangan ditaksir dapat mencapai US$ 300 miliar (sekitar Rp 4.800 triliun, dengan asumsi kurs US$ 1 = Rp 16.000) dengan kontribusi hampir 17% dari PDB nasional. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan kontribusi pertambangan terhadap PDB nasional yang sebesar 10,5% pada 2023.
Namun, yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah memastikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar atau konsumen, tetapi juga menjadi pemain dan kreator AI. Untuk itu, investasi pada pengembangan AI nasional beserta sumber daya manusia (SDM) pendukungnya menjadi keharusan. Tanpa itu, Indonesia tidak akan pernah dapat membuka potensi dan memanfaatkan AI secara penuh.
Editor: Nasori
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






