Jumat, 15 Mei 2026

Bersama Wujudkan Kemandirian Energi

Penulis : Euis Rita Hartati
27 Mei 2025 | 07:25 WIB
BAGIKAN
Lapangan Migas
Lapangan Migas

Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah, sempat dinobatkan sebagai Macan Asia, di mana kala itu Indonesia surplus energi khususnya komoditas minyak dan gas (migas). Bahkan, produksi minyak nasional pernah mencapai kejayaan hingga menembus angka 1,5 juta barel per hari (BOPD), dengan konsumsi hanya sekitar 500 ribu BOPD. Tak heran, saat itu pun Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor minyak atau OPEC.

Tapi itu dahulu.Secara perlahan namun pasti, produksi minya terus mengalami penurunan sementara konsumsi terus meningkat. Hal yang mungkin saja kurang diantisipasi pada masa itu, bahwa energi fosil sebagai sumber energi yang tidak dapat diperbarui, semakin lama cadangannya akan berkurang dan pada akhirnya habis. Sementara konsumsi semakin lama akan meningkat seiring bertambahnya jumlah populasi manusia. Seharusnya hal itu bisa diantisipasi dengan digiatkannya kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru, karena jarak waktu antara eksplorasi sampai ke tahap produksi butuh waktu sekurangnya 10 tahun.

Impor memang ‘jalan pintas’ yang harus dipilih untuk menutupi gap antara produksi dan konsomsi. Namun, berapa ratus triliun rupiah yang harus digelontorkan untuk memenuhi kebutuhan itu. Selain besarnya nilai rupiah yang harus digelontorkan, ketergantungan Indonesia terhadap negara pemasok energi menjadi sangat tinggi. Negara besar ini menjadi tidak berdaya, apalagi jika terjadi fluktuasi nilai tukar atau gejolak global yang menyebabkan harga minyak dunia naik.

Tak ingin terus terjerembab dalam kondisi tersebut, pemerintah bertekad untuk bangkit dan mewujudkan kemandirian energi. Masih banyak celah dan asa untuk mewujudkan cita-cita itu. Pasalnya, dari sisi sumber daya, Indonesia ternyata masih menyimpan banyak potensi migas yang belum dioptimalkan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa dari 128 cekungan migas yang ada di Indonesia, sekitar 53% atau 68 cekungan belum pernah dieksplorasi sama sekali. Cekungan-cekungan ini menyimpan potensi cadangan minyak sebesar 2,41 miliar barel dengan perkiraan masa produksi mencapai 11 tahun. Selain itu, cadangan gas bumi diperkirakan mencapai 35,3 triliun cubic feet (TCF) dengan masa produksi sekitar 15 tahun.

ADVERTISEMENT

Untuk batubara, Indonesia memiliki total sumber daya dan cadangan batu bara hingga 134,24 miliar ton batu bara yang apabila digunakan sendiri dalam negeri dengan asumsi 250 juta ton per tahun, maka umur cadangan batu bara RI bisa bertahan hingga 500 tahun lamanya.

Sementara potensi investasi proyek energi terbarukan hingga 333 gigawatt (GW), yang tersebar di lebih dari 1.500 lokasi. Potensi ini meliputi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) daratan sebesar 167 GW, tenaga surya (PLTS) sebesar 165,9 GW, dan tenaga minihidro (PLTM) sebesar 0,7 GW. Dengan pengelolaan yang baik, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi pemain utama dalam pasokan energi bersih dunia.

Namun, untuk bisa mewujudkan hal tersebut, pemerintah memang tak bisa berjalan sendiri. Butuh komitmen dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat. Pentingnya ekosistem kolaborasi stakeholders di bidang energi dan sumber daya minerai, mulai dari akademisi, praktisi dan pengusaha, termasuk media.

Presiden Prabowo menargetkan terwujudnya kemandirian energi dalam lima tahun ke depan. Pasti banyak tantangan. Namun, penetapan target itu hendaknya dipahami sebagai dorongan dari Presiden kepada semua pihak untuk terus berkreasi dan bekerja lebih sungguh-sungguh.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia