Pelaku Batu Bara Cermati Pergerakan HBA
JAKARTA, investor.id - Pelaku batu bara terus mencermati pergerakan Harga Batu Bara Acuan (HBA) dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini seiring dengan ketentuan teranyar yang menetapkan HBA sebagai rujukan transaksi ekspor terhitung mulai 1 Maret 2025.
Plt Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani mengatakan HBA sudah semakin mendekati harga index. Namun, pihaknya masih mengamati pergerakan HBA dalam beberapa bulan ke depan.
“Kita melihat bahwa ini sudah ada improvement. Memang masih perlu dilihat selama beberapa bulan konsistensinya,” kata Gita kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (1/4/2025).
Baca Juga:
Harga Batu Bara Bangkit Berkat TrumpOtoritas sektor pertambangan kini menetapkan HBA dua kali sebulan yakni setiap tanggal 1 dan 15. Berbeda dengan pola sebelumnya yang hanya satu kali dalam sebulan. Tercatat, sudah tiga kali Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA.
Gita menuturkan HBA kalori 4.200 GAR dan 3.400 GAR cenderung sama dengan index coal price lainnya. Hanya saja untuk HBA kalori 6.322 GAR masih terdapat selisih yang tinggi dengan index lain. Adapun pada 1 April 2025, HBA 6.322 GAR ditetapkan sebesar US$ 123,32 per ton. Sedangkan pada index lain berada di level US$ 117,76 per ton.
“Untuk edisi HBA ketiga yang dikeluarkan ESDM cenderung sama dengan index lain untuk HBA 4.200 dan 3.400. Sementara HBA 6.322 gap dengan indeks lain cukup tinggi,” tuturnya.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno sebelumnya mengungkapkan formula HBA tidak mengalami perubahan. Hanya penetapannya dilakukan dua kali sebulan dari sebelumnya sebulan sekali. Ia menerangkan harga yang menjadi acuan merujuk pada transaksi pelaku usaha yang dilaporkan pada e-PNBP. Ia menegaskan formula HBA sejak 2023 tak lagi merujuk pada harga index pasar melainkan pada data e-PNBP.
“HBA yang diambil semakin mendekati karena diambil dua kali sebulan. Memang tidak menggambarkan realtime tapi lebih kepada data-data transaksi e-PNBP,” ungkapnya.
Editor: Rangga
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






