Jumat, 15 Mei 2026

November, BTN (BBTN) Rights Issue Rp 4,13 Triliun

Penulis : Triyan Pangastuti
29 Aug 2022 | 19:43 WIB
BAGIKAN
Petugas dari BTN saat melayani nasabah. (BeritaSatu Photo)
Petugas dari BTN saat melayani nasabah. (BeritaSatu Photo)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN akan melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada November tahun ini. Adapun estimasi terbaru nilai rights issue bank BUMN ini mencapai Rp 4,13 triliun.

Dari jumlah tersebut, Kementerian Keuangan bakal melakukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2,48 triliun melalui rights issue BTN. Suntikan modal itu berkurang Rp 500 miliar dari rencana semula Rp 2,98 triliun.

“PMN yang akan kami masukkan sebesar Rp 2,48 triliun, dan diharapkan publik bisa ikut sharing dengan mengambil rights issue Rp 1,65 triliun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (29/8/2022).

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani menegaskan bahwa dana yang berasal dari cadangan pembiayaan investasi APBN 2022 tersebut akan menjaga kepemilikan saham pemerintah di BTN sebesar 60%, sedangkan publik menggenggam 40% saham.

Penambahan modal emiten berkode saham BBTN tersebut diharapkan mampu memperkuat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Tier-1 BBTN menjadi di atas 15,4% selama 2022-2025.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengatakan, PMN yang digelontorkan ke BTN berasal dari cadangan pembiayaan investasi APBN 2022. Tambahan dana yang diperoleh dari privatisasi akan dialokasikan untuk mempercepat CAR Tier-1 BBTN dan penyaluran KPR dengan target 1,32 juta unit rumah selama 2022-2025.

"Kami berharap dengan adanya PMN ini, maka dapat dilakukan perbaikan sisi CAR Tier-1," ucapnya.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa CAR Tier-1 BBTN per kuartal II 2022 hanya 12,6% dari rata-rata bank lain yang lebih dari 20%. Hal ini karena BBTN memenuhi kebutuhan modalnya dari utang dengan biaya tinggi, sehingga CAR Tier-2 mencapai 4,6% dari rata rata bank lain yang kurang dari 2%.

Ia menjelaskan, penurunan CAR akibat meningkatnya ATMR kredit BTN sebesar Rp 58 triliun menjadi Rp 168,4 triliun atau setara penurunan CAR sebesar 4,7% menjadi 12,6%.

Menurut Rionald, rights issue BTN memiliki dua tujuan utama. Pertama, memperkuat CAR Tier BTN, sehingga total CAR 2025 dapat terjaga di atas 15,4% guna menjaga agar bisa meningkatkan kontribusi BTN kepada pemerintah.

Kedua, penyaluran KPR dengan target 1,32 juta unit rumah selama 2022-2025 dan meningkatkan kemampuan bisnis BTN terutama dalam penyaluran KPR yang akan mendukung pencapaian target prioritas nasional di bidang perumahan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia