Jumat, 15 Mei 2026

OJK: Kredit Perbankan Per Juli Mencapai Rp 6.159,33 Triliun

Penulis : Nida Sahara
5 Sep 2022 | 20:22 WIB
BAGIKAN
Jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan, di Jakarta, Senin (5/9/2022). (Foto: Istimewa)
Jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan, di Jakarta, Senin (5/9/2022). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi sektor perbankan menunjukkan tren pemulihan. Hal ini sejalan dengan kinerja ekonomi yang juga tumbuh positif, per Juli 2022 kredit perbankan tumbuh 10,71% secara year on year (yoy) mencapai Rp 6.159,33 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong dari kredit modal kerja dari jenis debitur korporasi. “Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2022 tumbuh sebesar 8,59% (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya 9,13% (yoy), utamanya didorong perlambatan giro sejalan dengan normalisasi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI),” ucap Dian. 

Selain itu, likuiditas industri perbankan pada Juli 2022 masih berada pada level yang memadai. Hal tersebut terlihat dari rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan AL/DPK masing-masing sebesar 124,45% dan 27,92%, terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50% dan 10%.

Sejalan dengan tren nasional, fungsi intermediasi perbankan di daerah pada Juli 2022 dalam kondisi terjaga dengan kecenderungan peningkatan penyaluran dana yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penghimpunan dana, sehingga LDR posisi Juli 2022 (76,51%) meningkat dibandingkan Juni 2022 (73,13%).

ADVERTISEMENT

"Sementara itu likuiditas perbankan daerah pada Juli 2022 berada pada level yang memadai sebagaimana tercermin pada AL/NCD dan AL/DPK yang berada di atas threshold, masing masing 118,21% dan 24,17%,” tutur Dian.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia