Jumat, 15 Mei 2026

Bank Neo (BBYB) Mulai Terus-terusan Cetak Laba

Penulis : Prisma Ardianto
19 Sep 2022 | 22:19 WIB
BAGIKAN
Bank Neo Commerce (BBYB) atau BNC. (ist)
Bank Neo Commerce (BBYB) atau BNC. (ist)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC membukukan laba sebesar Rp 2,5 miliar pada Agustus 2022. Dengan demikian, Bank Neo berhasil mencetak laba selama tiga bulan berturut-turut.

“Peningkatan kinerja pada semester II-2022 adalah perseroan berhasil membukukan laba Rp 2,5 miliar pada Agustus. Dengan begitu, kami telah menghasilkan laba dalam tiga bulan terakhir secara berturut-turut sejak Juni," ungkap Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan dalam keterangannya, Senin (19/9/2022).

Dia menjelaskan, pertumbuhan perseroan makin kuat dan kembali mencetak kinerja positif yang konsisten dari bulan ke bulan. Didukung fundamental kuat dan manajemen risiko yang efektif, langkah Bank Neo untuk terus memperkenalkan berbagai layanan yang inovatif terbukti membuahkan hasil terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

ADVERTISEMENT

"Capaian positif ini makin mempertegas kemampuan kami untuk dapat menangkap berbagai peluang bisnis dan memaksimalkan layanan berbagai produk dan fitur yang lengkap untuk menjawab berbagai kebutuhan nasabah," tutur Tjandra.

Pencapaian emiten berkode saham BBYB ini seiring masifnya perseroan mengeluarkan produk dan fitur baru di aplikasi Neobank. Setelah meluncurkan fitur pembayaran QRIS pada Agustus, aplikasi Neobank sudah terkoneksi dengan BI Fast. Dengan demikian, nasabah dapat melakukan transfer ke Bank Neo dengan tarif yang murah, cepat, dan aman.

Fitur unggulan lainnya yang juga sangat diminati oleh nasabah adalah produk pinjaman digital (online). Hal ini terlihat pada Agustus 2022, dimana BBYB mencatatkan total kredit sebesar Rp 8,4 triliun, naik 12,76% dibandingkan Juli 2022 yang sebesar Rp 7,5 triliun dan meningkat 97,58% dari posisi 31 Desember 2021.

Dengan begitu, terjadi kenaikan aset sebesar 2,95% menjadi Rp 15,7 triliun pada Agustus 2022 dibandingkan Juli 2022 yang sebesar Rp 15,3 triliun. Dari sisi likuiditas, perolehan DPK terjadi pertumbuhan 2,82% pada Agustus 2022 menjadi Rp 11,9 triliun dibandingkan Juli 2022.

Dampak dari pertumbuhan aset dan DPK adalah kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) BBYB. Pada Agustus 2022, NII tercatat sebesar 27,3% atau menjadi Rp 894,4 miliar dibandingkan Juli 2022 yang sebesar Rp 702,6 miliar. Nilai tersebut juga tercatat naik 183,14% dari Rp 315,9 miliar di akhir Desember 2021.

Kenaikan kinerja lainnya dari sisi NIM. Per Agustus 2022 telah tumbuh 1,03% menjadi 11,98% dari posisi Juli 2022 yang sebesar 10,95%. Kenaikan berkelanjutan lainnya yang berhasil dicapai BBYB adalah pendapatan berbasis komisi (fee based income) sebesar 11,05% menjadi Rp 230,9 miliar pada Agustus 2022 dari posisi Juli 2022 yang sebesar Rp 207,9 miliar.

Sementara itu, dengan implementasi beberapa inisiatif efisiensi biaya, BBYB berhasil menurunkan secara bertahap rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Rasio tersebut turun dari 145,2% pada Juli 2022 menjadi 137% per Agustus 2022.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia