Jumat, 15 Mei 2026

Perkuat Pencadangan, BRI (BBRI) Naikkan NPL Coverage Jadi 278,79

Penulis : Nasori
16 Nov 2022 | 11:50 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI Sunarso dalam konferensi pers pemaparan kinerja keuangan perseroan kuartal III-2022 secara virtual, Rabu (16/11/2022). (Sumber: Humas BRI)
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI Sunarso dalam konferensi pers pemaparan kinerja keuangan perseroan kuartal III-2022 secara virtual, Rabu (16/11/2022). (Sumber: Humas BRI)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menaikkan persentase pencadangan sebagai langkah antisipatif. Ini dilakukan dengan menambah NPL coverage perseroan pada akhir kuartal III-2022 menjadi 278,79%, dibandingkan dengan NPL coverage setahun seeblumnya yang baru 252,86%.

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, penambahan persentase pencadangan tetap dilakukan meskipun rasio kredit bersamasalah atau non-performing loans (NPL) perusahaan yang berkode emiten BBRI ini secara konsolidasian tetap terkelola di level 3,09%.

“Keberhasilan BRI dalam menjalankan fungsi intermediasi mampu diimbangi dengan manajemen risiko yang baik,” ujar dia dalam siaran pers terkait kinerja keuangan perseroan kuartal III-2022 yang diterima pada Rabu (16/11/2022).

Ia menambahkan, kemampuan BRI dalam menjaga kualitas aset juga tercermin dari terus menurunnya tren loan at risk (LAR). Hingga akhir kuartal III-2022, LAR BRI tercatat sebesar 19,28%, turun dibandingkan dengan LAR pada kuartal III-2021 sebesar 25,62%.

ADVERTISEMENT

Dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BRI berhasil mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir kuartal III-2022, DPK BRI tercatat tumbuh positif menjadi Rp 1.139,77 triliun. Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI yang secara year on year meningkat sebesar 10,22%.

Apabila dirinci, papar Sunarso, giro tercatat tumbuh 18,99% dan tabungan tumbuh 6,37%. Secara umum, saat ini proporsi CASA BRI konsolidasian tercatat 65,43%, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,60%.

“Hal tersebut memberikan dampak positif di antaranya dari beban bunga yang tercatat menurun sebesar 9,12% secara yoy, dan biaya dana (cost of fund) BRI secara konsolidasian juga terus turun menjadi sebesar 1,94%,” ucap Sunarso.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. “Hal ini terlihat dari LDR bank secara konsolidasian yang terjaga di level 88,51% dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26,14%,” pungkas dia.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia