Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Bank Kinclong, Bukti Indonesia Tak Alami Krisis Ekonomi

Penulis : Herman
27 Feb 2023 | 15:07 WIB
BAGIKAN
Ryan Kiryanto
Ryan Kiryanto

Jakarta, Investor.id – Empat bank nasional papan atas kembali menikmati kenaikan laba yang mengesankan berkat kinerja yang baik sepanjang 2022. Keempat bank tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), serta PT Bank Negara Indonesia (BNI).  Tiga bank merupakan bank BUMN, kecuali BCA yang merupakan bank swasta nasional.

Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto memaparkan, sepanjang 2022 laba konsolidasi BRI mencapai Rp 51,17 triliun atau tumbuh 64,71%, Bank Mandiri Rp 41,17 triliun atau tumbuh 46,895, BCA Rp 40,75 triliun atau tumbuh 29,62%, adapun BNI Rp 18,31 triliun atau tumbuh 68,02%. Kinerja empat bank besar di Indonesia yang kinclong tersebut menunjukkan Indonesia tidak sedang mengalami krisis ekonomi seperti banyak negara lainnya di dunia.

"Ini luar biasa, memberikan sinyal yang kuat kepada kita bahwa Indonesia itu tidak mengalami krisis ekonomi atau tidak mengalami krisis ekonomi. Karena apa? Kalau Indonesia mengalami resesi atau krisis ekonomi, hampir pasti tidak mungkin kinerja bank-bank ini begitu cemerlang," kata Ryan Kiryanto dalam acara Focus Group Discussion 2023 bertema “Penerapan Prinsip Prudential Banking dalam Penyaluran kredit Bank BUMN” yang diselenggarakan Inabank secara daring, Senin (27/2/2023).


Ryan menambahkan, kinerja kinclong empat bank tersebut tidak akan terjadi bila kondisi ekonomi Indonesia buruk.

Dia menambahkan, di luar empat bank tersebut, kinerja Bank CIMB Niaga juga mengesankan dengan mencatat laba konsolidasi per 30 September 2022 sebesar Rp 5,12 triliun, tumbuh 24,96% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau ekonomi suatu negara itu bagus, stabil dan tumbuh positif, maka akan tercermin dari kinerja kegiatan perusahaan-perusahaan, salah satunya dari kinerja badan usaha perbankan," kata Ryan.  

Ryan mengambil contoh, laba bersih Bank Mandiri yang mencapai Rp 41,17 triliun ditopang oleh kondisi makro ekonomi yang membaik. Selain itu juga didukung kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian, serta optimalisasi fungsi intermediasi perseroan.

ADVERTISEMENT

Tercatat, hingga akhir 2022, penyaluran kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mampu tumbuh 14,48% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1.202,2 triliun. Alhasil, total asetnya secara konsolidasi berhasil mencapai Rp 1.992,6 triliun atau tumbuh 15,5% yoy, yang menjadi rekor terbesar sepanjang sejarah perseroan.

Untuk kinerja BRI, menurut Ryan ada dua hal yang menjadi kunci keberhasilan. Pertama, BRI berhasil melakukan efisiensi utamanya dengan menekan biaya dana melalui perbaikan struktur pendanaan, peningkatan dana murah (CASA), sejalan dengan keberhasilan menurunkan cost of credit.

Kedua, pendapatan berbasis komisi atau fee based income tumbuh double digit yang merupakan buah dari transaksi digital.
 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia