Kamis, 14 Mei 2026

Januari, Total Simpanan Jumbo Mencapai Rp 4.254 Triliun

Penulis : Nida Sahara
5 Mar 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id  – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan total simpanan nasabah kaya dengan tiering nominal di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 4.254 triliun di awal tahun ini. Nilai simpanan tersebut tumbuh paling tinggi diantara tiering lainnya sebesar 11,7% dibandingkan periode Januari 2022.

Berdasarkan distribusi nominal simpanan, total simpanan sebesar Rp 8.004 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan dari sisi kepemilikannya, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 7.931 triliun ttumbuh 8% (yoy) per Januari 2023.

Merujuk tiering simpanan, nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan lebih dari Rp 5 miliar yang mencakup 53,2% total simpanan. Apabila dibandingkan dengan tiering lainnya, hanya pertumbuhan simpanan jumbo yang naik dua digit secara tahunan. Disusul dengan pertumbuhan 5,1% (yoy) untuk simpanan dengan tiering Rp 200-500 juta yang sebesar Rp 558 triliun.

ADVERTISEMENT

Berikutnya, simpanan dengan tiering Rp 2-5 miliar naik 4,7% (yoy) menjadi Rp 650 triliun. Kemudian, simpanan nominal Rp 100-200 juta yang naik 3% (yoy) menjadi Rp 412 triliun per Januari 2023. Untuk tiering nominal di bawah Rp 100 juta tumbuh 2,8% (yoy) menjadi Rp 976 triliun.

Untuk simpanan dengan tiering nominal Rp 1-2 miliar tumbuh 2,6% (yoy) menjadi Rp 492 triliun. Terakhir, tiering nominal Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 miliar tercatat sebagai simpanan dengan pertumbuhan paling rendah yakni 1,2% (yoy) per Januari 2023. “Simpanan nasabah kaya naik kalau dilihat (secara) tahunan. Kalau dibanding bulan sebelumnya masih turun di Januari ini,” kata Purbaya dikutip Jumat (3/3/2023).

Memang benar, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2022, simpanan jumbo di atas Rp 5 miliar terkoreksi 2,9% (year to date/ytd). Hal tersebut diperkirakan pemegang simpanan jumbo ini selain dari nasabah individu adalah pelaku usaha yang mulai meningkatkan konsumsinya.

Apabila dilihat berdasarkan distribusi rekening simpanan, jumlah rekening jumbo di atas Rp 5 miliar yang paling sedikit. Per Januari 2023 tercatat sebanyak 129.033 rekening, naik 7,3% (yoy). Sementara itu, rekening simpanan terbanyak adalah dengan tiering nominal di bawah Rp 100 juta, yang sebanyak 500,1 juta rekening, tumbuh tinggi 14,1% (yoy) per Januari 2023.

EVP Wealth Management PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Ugahary Yovvy Chandra menambahkan, sepanjang 2022 dana kelolaan nasabah kaya tercatat sebesar Rp 130 triliun. “Hal ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap BCA. Memperhatikan peningkatan kebutuhan investasi nasabah, kami terus melakukan inovasi untuk mempermudah nasabah dalam berinvestasi di platform kami,” jelas dia.

Bunga Simpanan

LPS memproyeksikan DPK masih akan tumbuh meski dengan laju lebih lambat. Ketersediaan likuiditas bank masih cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan penyaluran kredit yang diprediksi meningkat sepanjang tahun 2023. “Suku bunga simpanan melanjutkan peningkatan dengan laju yang lebih landai dari bulan sebelumnya sebagai dampak kenaikan suku bunga kebijakan BI, bunga The Fed, dan kenaikan suku bunga pasar uang,” tulis LPS.

Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah (22 daily moving average) seluruh bank pada Januari 2023 naik 4 bps ke level 3,75%. Pada periode yang sama, suku bunga kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 menunjukkan kenaikan terbesar yaitu 6 bps ke level 3,78% kemudian diikuti oleh KBMI 1 yang naik 5 bps ke level 3,86%.

Suku bunga simpanan valas juga terpantau naik seiring berlanjutnya kenaikan suku bunga global. Suku bunga rata-rata seluruh bank valuta asing naik 8 bps ke level 1,35%, sementara itu suku bunga KBMI 1 terpantau naik paling tinggi yaitu 10 bps ke level 1,29% diikuti kenaikan suku bunga KBMI 3 sebesar 8 bps ke level 1,31%.

“Suku bunga simpanan rupiah diperkirakan masih akan meningkat secara bertahap, merespons kenaikan suku bunga BI. Meski demikian, kondisi likuiditas bank yang masih relatif longgar akan menentukan kecepatan respon bank secara individual,” tutur Purbaya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 26 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 35 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 52 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia