Biden Yakinkan Sistem Perbankan AS Aman dan Perlu Perkuat Aturan
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan orang Amerika dapat yakin bahwa sistem perbankan AS aman. Sebelumnya, regulator negara tersebut bergegas pada akhir pekan lalu untuk membuat rencana mendukung simpanan di Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.
“Simpanan Anda akan ada saat Anda membutuhkannya. Usaha kecil di seluruh negeri dengan rekening deposito di bank-bank ini dapat bernafas lebih lega karena mengetahui mereka akan dapat membayar pekerja mereka dan membayar tagihan mereka,” katanya dalam sambutan singkat Senin (Selasa WIB) sebelum pasar dibuka.
Biden menekankan tidak ada kerugian yang akan ditanggung oleh pembayar pajak AS. Selain itu manajemen bank akan diganti dan investor bank tidak akan terlindungi, ujarnya. Presiden itu juga meminta Kongres AS untuk mencari cara memperkuat aturan perbankan untuk mencegah peristiwa ini terulang kembali.
Adapun backstop peraturan untuk kebangkrutan SVB bertujuan melindungi ekonomi.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen, Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell, dan Kepala FDIC Martin J. Gruenberg mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (12/3) malam yang menjelaskan alasan mereka menyusun rencana untuk mendukung deposan dan melindungi lembaga keuangan dengan uang di Silicon Valley Bank.
“Kami mengambil tindakan tegas untuk melindungi ekonomi AS dengan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perbankan kami,” kata pernyataan itu, dilansir dari CNBC.
“Langkah ini akan memastikan sistem perbankan AS terus menjalankan peran vitalnya dalam melindungi simpanan dan menyediakan akses kredit ke rumah tangga dan bisnis dengan cara yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Silicon Valley Bank menyatakan bangkrut pada Jumat (10/3), menandai kegagalan bank terbesar sejak krisis keuangan 2008. Hal ini kemudian menimbulkan kekhawatiran terhadap bank lain yang mungkin mengalami risiko serupa.
“Sistem perbankan AS tetap tangguh dan memiliki fondasi yang kokoh, sebagian besar karena reformasi yang dilakukan setelah krisis keuangan yang memastikan perlindungan yang lebih baik untuk industri perbankan,” kata pernyataan ini.
“Reformasi tersebut dikombinasikan dengan tindakan hari ini menunjukkan komitmen kami untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan simpanan para deposan tetap aman,” tambah mereka.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

