Jumat, 15 Mei 2026

Credit Suisse Jatuh, Otoritas Swiss Siapkan Penyelamatan

Penulis : Whisnu Bagus Prasetyo
16 Mar 2023 | 08:41 WIB
BAGIKAN
Credit Suisse (AFP Photo)
Credit Suisse (AFP Photo)

London, Investor.id – Lembaga keuangan terkemuka Credit Suisse jatuh. Untuk mencegah dampak sistemik yang lebih parah, otoritas keuangan Swiss segera menyusun rencana penyelamatan dengan bersiap untuk menyuntik modal.

Bank Sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) dilaporkan telah menyediakan likuiditas yang diperlukan, untuk mencegah kejatuhan Credit Suisse lebih dalam. Sejaun ini, saham bank tersebut anjlok ke level terendah sepanjang masa.

“Regulator keuangan Swiss sedang dalam pembicaraan tentang opsi untuk menstabilkan Credit Suisse. Potensi untuk menambah likuiditas tengah dibahas untuk menyelamatkannya,” demikian Bloomberg News melaporkan Rabu (15/3/2023) mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

ADVERTISEMENT

Laporan itu juga menyebut manajemen Credit Suisse telah meminta SNB untuk membuat pernyataan untuk menenangkan publik.

Saham Credit Suisse sempat anjlok 30%, yang merupakan kejatuhan terbesar dalam sehari, dalam perdagangan di Bursa Swiss, sebelum akhirnya ditutup turun 24%. Sementara di Bursa New York, saham Credit Suisse ditutup anjlok hampir 14%.

Jatuhnya saham Credit Suisse menyebabkan aksi jual saham perbankan lainnya di Bursa Eropa. BNP Paribas, Societe Generale, Commerzbank dan Deutsche Bank merupakan sejumlah bank yang membukukan penurunan tajam.

Beberapa saham bank, termasuk Credit Suisse, untuk sementara dihentikan perdagangannya pada Rabu pagi karena anjlok cukup parah.

Jatuhnya saham Credit Suisse menambah kekhawatiran pelaku pasar, setelah baru-baru ini dikejutkan dengan runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB), Signature Bank, dan Silvergate Bank di Amerika Serikat.

Didirikan pada tahun 1856, Credit Suisse adalah bank terbesar kedua di Swiss, dan memiliki pengaruh penting di pasar keuangan maupun pasar modal global. Credit Suisse adalah salah satu dari 30 bank secara global yang dianggap terlalu besar untuk jatuh (too big to fail).

Tahun lalu, bank tersebut membukukan kerugian bersih sebesar 7,3 miliar franc Swiss (US$ 7,8 miliar). Selain itu, Credit Suisse mengalami peningkatan arus modal keluar pada kuartal keempat menjadi lebih dari 110 miliar franc Swiss (US$ 120 miliar).

Kejatuhan saham Credit Suisse juga dipicu keputusan Saudi National Bank (SNB), pemegang saham terbesarnya, tak mau menyuntikkan modal.

“Jawabannya sama sekali tidak, karena berbagai alasan. Saya akan mengutip alasan paling sederhana, yaitu peraturan dan undang-undang. Kami sekarang memiliki 9,8% saham Credit Suisse. Jika kami melampaui 10%, semua jenis aturan baru akan diberlakukan, baik itu oleh regulator kami atau regulator Eropa atau regulator Swiss,” kata Chairman SNB, Ammar Al Khudairy kepada Bloomberg, seperti dilaporkan CNN.

Al Khudairy menegaskan bahwa pihaknya cenderung tidak masuk ke rezim peraturan baru.

Berita ini juga telah ditayangkan di BeritaSatu.com dengan judul Regulator dan Bank Sentral Swiss Akan Tambah Likuiditas Credit Suisse

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia