Credit Suisse Jatuh, Otoritas Swiss Siapkan Penyelamatan
London, Investor.id – Lembaga keuangan terkemuka Credit Suisse jatuh. Untuk mencegah dampak sistemik yang lebih parah, otoritas keuangan Swiss segera menyusun rencana penyelamatan dengan bersiap untuk menyuntik modal.
Bank Sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) dilaporkan telah menyediakan likuiditas yang diperlukan, untuk mencegah kejatuhan Credit Suisse lebih dalam. Sejaun ini, saham bank tersebut anjlok ke level terendah sepanjang masa.
“Regulator keuangan Swiss sedang dalam pembicaraan tentang opsi untuk menstabilkan Credit Suisse. Potensi untuk menambah likuiditas tengah dibahas untuk menyelamatkannya,” demikian Bloomberg News melaporkan Rabu (15/3/2023) mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Laporan itu juga menyebut manajemen Credit Suisse telah meminta SNB untuk membuat pernyataan untuk menenangkan publik.
Saham Credit Suisse sempat anjlok 30%, yang merupakan kejatuhan terbesar dalam sehari, dalam perdagangan di Bursa Swiss, sebelum akhirnya ditutup turun 24%. Sementara di Bursa New York, saham Credit Suisse ditutup anjlok hampir 14%.
Baca Juga:
Saham Credit Suisse Crash, Ada Apa Lagi?Jatuhnya saham Credit Suisse menyebabkan aksi jual saham perbankan lainnya di Bursa Eropa. BNP Paribas, Societe Generale, Commerzbank dan Deutsche Bank merupakan sejumlah bank yang membukukan penurunan tajam.
Beberapa saham bank, termasuk Credit Suisse, untuk sementara dihentikan perdagangannya pada Rabu pagi karena anjlok cukup parah.
Jatuhnya saham Credit Suisse menambah kekhawatiran pelaku pasar, setelah baru-baru ini dikejutkan dengan runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB), Signature Bank, dan Silvergate Bank di Amerika Serikat.
Didirikan pada tahun 1856, Credit Suisse adalah bank terbesar kedua di Swiss, dan memiliki pengaruh penting di pasar keuangan maupun pasar modal global. Credit Suisse adalah salah satu dari 30 bank secara global yang dianggap terlalu besar untuk jatuh (too big to fail).
Tahun lalu, bank tersebut membukukan kerugian bersih sebesar 7,3 miliar franc Swiss (US$ 7,8 miliar). Selain itu, Credit Suisse mengalami peningkatan arus modal keluar pada kuartal keempat menjadi lebih dari 110 miliar franc Swiss (US$ 120 miliar).
Kejatuhan saham Credit Suisse juga dipicu keputusan Saudi National Bank (SNB), pemegang saham terbesarnya, tak mau menyuntikkan modal.
“Jawabannya sama sekali tidak, karena berbagai alasan. Saya akan mengutip alasan paling sederhana, yaitu peraturan dan undang-undang. Kami sekarang memiliki 9,8% saham Credit Suisse. Jika kami melampaui 10%, semua jenis aturan baru akan diberlakukan, baik itu oleh regulator kami atau regulator Eropa atau regulator Swiss,” kata Chairman SNB, Ammar Al Khudairy kepada Bloomberg, seperti dilaporkan CNN.
Al Khudairy menegaskan bahwa pihaknya cenderung tidak masuk ke rezim peraturan baru.
Berita ini juga telah ditayangkan di BeritaSatu.com dengan judul Regulator dan Bank Sentral Swiss Akan Tambah Likuiditas Credit Suisse
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

