Jumat, 15 Mei 2026

Credit Suisse Akan Ajukan Pinjaman Hingga US$ 53,7 Miliar dari Bank Sentral

Penulis : Grace El Dora
16 Mar 2023 | 09:01 WIB
BAGIKAN
Logo bank Swiss Credit Suisse terlihat di kantor cabang di Zurich, Swiss pada 3 November 2021. (Foto: Arnd Wiegmann / Reuters)
Logo bank Swiss Credit Suisse terlihat di kantor cabang di Zurich, Swiss pada 3 November 2021. (Foto: Arnd Wiegmann / Reuters)

ZURICH, investor.id – Credit Suisse pada Kamis (16/3) mengumumkan rencana meminjam hingga 50 juta franc (US$ 53,7 miliar) dari bank sentral Swiss. Pinjaman itu akan digunakan untuk mendukung grup perbankan tersebut setelah sahamnya anjlok.

“Likuiditas tambahan ini akan mendukung bisnis inti dan klien Credit Suisse, karena Credit Suisse mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan bank yang lebih sederhana dan fokus yang dibangun berdasarkan kebutuhan klien,” kata bank tersebut dalam sebuah pernyataan, Kamis.

Sebelumnya pada Rabu (15/3), Swiss National Bank (SNB) yang adalah bank sentral negara mengatakan Credit Suisse saat ini dikapitalisasi dengan baik. Pihaknya juga akan menyediakan likuiditas tambahan jika perlu, karena regulator di kedua sisi Atlantik itu mencoba menenangkan kekhawatiran akan penyebaran krisis.

ADVERTISEMENT

“(Credit Suisse) memenuhi persyaratan modal dan likuiditas yang dikenakan pada bank-bank yang penting secara sistemik,” kata pernyataan Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA) dan SNB, Kamis.

Bank sentral ini juga akan turun tangan jika situasinya berubah. Di sisi lain, regulator menilai kegagalan dua bank regional Amerika Serikat (AS) dalam sepekan terakhir tidak menimbulkan “risiko penularan langsung” ke bank Swiss.

Pernyataan itu muncul setelah saham Credit Suisse yang terdaftar di Swiss turun lebih dari 20% pada perdagangan Rabu.

Bank itu sebelumnya telah menunda laporan tahunannya dan pada Selasa (14/3) mengatakan pihaknya menemukan “kelemahan material” dalam pelaporan keuangannya di tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, Bank Nasional Saudi yang merupakan pendukung keuangan terbesar Credit Suisse mengatakan tidak dapat memberikan modal tambahan kepada perusahaan karena masalah regulasi. Kepala bank Saudi memang mengatakan kelompoknya senang dengan rencana transformasi Credit Suisse dan posisi keuangan perusahaan tampak kuat.

Credit Suisse mengatakan sebagai tanggapan pada Rabu malam pihaknya “menyambut baik pernyataan dukungan” dari regulator.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia