Jumat, 15 Mei 2026

RUPST Bank Mandiri Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun

Penulis : Freddy Kamto
18 Mar 2023 | 07:41 WIB
BAGIKAN
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022 dengan laba bersih konsolidasi menembus Rp 41,2 triliun atau tumbuh 46,9 persen secara year on year (yoy). (Foto: Dok. Mandiri)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022 dengan laba bersih konsolidasi menembus Rp 41,2 triliun atau tumbuh 46,9 persen secara year on year (yoy). (Foto: Dok. Mandiri)

JAKARTA, investor - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022 lewat strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan optimalisasi digital perseroan. Hasilnya, tingkat efisiensi perseroan pun meningkat dan mendorong pertumbuhan volume bisnis yang tercermin dari laba bersih konsolidasi menembus Rp 41,2 triliun atau tumbuh 46,9% secara year on year (yoy). 

Selain itu, total dana pihak ketiga (DPK) bank berkode emiten BMRI ini tumbuh 15,46% (yoy) dari Rp 1.291,2 triliun di akhir 2021 menjadi Rp 1.490,8 triliun di akhir 2022. Pencapaian bisnis perseroan turut didukung oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Hingga akhir 2022, kredit konsolidasi perseroan mampu tumbuh 14,48% (yoy) menjadi Rp 1.202,2 triliun.

Atas pertumbuhan bisnis 2022 yang impresif, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 Bank Mandiri pada Selasa (14/3/2023) pun sepakat menetapkan 60% dari laba bersih konsolidasi 2022 atau sekitar Rp 24,7 triliun sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham (dividen payout ratio). Ini berarti, besaran dividen per lembar saham atau dividend per share mencapai Rp 529,34.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyebutkan, dari nilai tersebut, dividen Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sebesar 52% saham Bank Mandiri adalah sebesar Rp 12,84 triliun, naik 46,7% dari posisi tahun lalu. Setelah pembagian dividen, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri sampai akhir 2023 diproyeksikan tetap terjaga di level optimal.

ADVERTISEMENT

Dalam RUPST itu, pemegang saham menyetujui pelaksanaan pemecahan saham (stock split) perseroan dengan rasio 1:2. Pemegang saham pun memutuskan untuk mengangkat talent dari lingkungan Bank Mandiri, Eka Fitria, sebagai direktur treasury & internasional banking serta mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan mantan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Heru Kristiyana sebagai komisaris independen.

Dengan keputusan tersebut, susunan komisaris dan direksi perseroan menjadi:

Dewan Komisaris

 

Komisaris Utama/Independen

M. Chatib Basri

Wakil Komisaris Utama/Independen

Andrinof A. Chaniago

Komisaris Independen

Loeke Larasati Agoestina

Komisaris Independen

Muliadi Rahardja

Komisaris Independen

Zainudin Amali*

Komisaris Independen

Heru Kristiyana*

Komisaris

Rionald Silaban

Komisaris

Nawal Nely

Komisaris

Faried Utomo

Komisaris

Arif Budimanta

Komisaris

Muhammad Yusuf Ateh

Anggota Direksi

 

Direktur Utama

Darmawan Junaidi

Wakil Direktur Utama

Alexandra Askandar

Direktur Manajemen Risiko

Ahmad Siddik Badruddin

Direktur Kepatuhan & SDM

Agus Dwi Handaya

Direktur Commercial Banking

Riduan

Direktur Jaringan & Retail Banking

Aquarius Rudianto

Direktur Operation

Toni E.B. Subari

Direktur Corporate Banking

Susana Indah Kris Indriati

Direktur Hubungan Kelembagaan

Rohan Hafas

Direktur Keuangan & Strategi

Sigit Prastowo

Direktur Information Technology

Timothy Utama

Direktur Treasury & International Banking

Eka Fitria*

*efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Uji Kemampuan dan Kepatutan serta memenuhi peraturan perundang - undangan yang berlaku.

“Kami meyakini, keputusan ini akan menjadikan seluruh jajaran direksi dan komisaris semakin solid untuk memastikan bahwa Bank Mandiri dapat terus tumbuh dan berkembang.” pungkas dia.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia