Jumat, 15 Mei 2026

Tech Winter Momentum Akselerasi Digitalisasi Sektor Keuangan

Penulis : Harso Kurniawan
22 Mar 2023 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Digiasia Bios. (ist)
Ilustrasi Digiasia Bios. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Laporan Statista 2022 dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menyebutkan, sektor ekonomi digital dunia sedang mengalami kondisi tech winter, lantaran adanya konflik geopolitik, scarring effect pascapandemi Covid-19, hingga terjadinya stagflasi di sejumlah negara. Namun, Indonesia dinilai mampu menghadapi tantangan ini secara progresif, karena bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengakselerasi digitalisasi sektor jasa keuangan.

Mengacu momentum ini, Digiasia Bios mengumumkan strategi bisnis terbaru sebagai embedded finance as a service (EFaaS) pertama di Indonesia. Digiasia Bios yang didirikan pada 2017 lalu oleh Alexander Rusli dan Prashant Gokarn, memiliki ambisi untuk mempercepat inklusi keuangan melalui lisensi dan kumpulan teknologi yang dimiliki.

Sebagai EFaaS,  Digiasia Bios akan berperan sebagai medium integrasi antara empat blok ekosistem digital, yakni platform B2B SaaS, platform B2C SaaS, institusi keuangan atau fintech yang berlisensi, dan jaringan retail offline. Teknologi penghubung ini dimaksudkan juga untuk memberdayakan layanan keuangan di Indonesia dengan mendemokratisasi layanan perbankan yang sudah ada.

“Sebagai EFaaS, kami membantu perbankan dan institusi keuangan dalam memodulasi fitur mereka untuk disematkan dalam ekosistem platform SaaS (B2B & B2C) yang mereka miliki,” ujar Alexander Rusli, CEO dan Co-founder Digiasia Bios, Selasa (21/3/2023).  

ADVERTISEMENT

Menurut dia, hal itu ditujukan agar pengguna SaaS dapat mengakses transaksi keuangan secara mulus dengan mode pembayaran multivarian dari berbagai sumber tanpa harus meninggalkan aplikasi asli mereka. Sebab, mereka dapat menggunakan ekosistem jaringan gerai ritel untuk melayani transaksi offline.

Dengan adanya empat aset berlisensi sah yang dimiliki, KasPro, KreditPro, RemitPro dan DigiBos, Alex mengaku posisi sebagai EFaaS memampukan Digiasia Bios mendekonstruksi dan merekonstruksi kapabilitas perbankan dalam membantu perjalanan transaksi keuangan digital di ekosistem multivertikal perekonomian Indonesia. Arsitektur penyematan teknologi bisnis dari Digiasia Bios diselaraskan sedemikian rupa agar lebih mudah dipahami oleh orang-orang awam.

“Melalui keempat lisensi teknologi, Digiasia Bios memungkinkan para mitra untuk membuat sistem konstruksi mandiri (do It yourself) atas aplikasi/platform keuangan/ fintech yang sudah mereka miliki. Sebagai penghubung antara ekosistem ini, kami ingin membantu agar para mitra dapat menghadirkan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan melalui omnichannel kepada target pengguna aplikasi mereka,” ungkap Alex.

Dalam skema strategi integrasi ekosistem digital saat ini, dia mengatakan, portal integrasi layanan keuangan yang dihadirkan oleh Digiasia Bios, sebagai EFaaS adalah layanan pembayaran untuk konsumen dan B2B. Ada juga sistem point of sale lending, pinjaman B2B, banking & cards (CASA) dan ke depannya akan ada layanan keuangan lainnya.

“Memposisikan diri sebagai EFaaS pertama di Indonesia, kami ingin merealisasikan posisi fintech Indonesia sebagai sektor unggulan ekonomi digital di masa yang akan datang. Hal ini tentunya sejalan dengan rencana pemerintah yang ingin mengiring ekonomi stabil dan tangguh dalam menghadapi kondisi perekonomian global saat ini,” tutup Alex.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia