Jumat, 15 Mei 2026

Tiga Tahun Holding, Aset IFG Tembus Rp 137,6 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
14 Apr 2023 | 11:59 WIB
BAGIKAN
Logo IFG.
Logo IFG.

JAKARTA, investor.id - Tiga tahun sudah Indonesia Financial Group (IFG) resmi terbentuk sebagai Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan. Di akhir 2022, IFG mencatat total aset (unaudited) mencapai Rp 137,6 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 4,0 triliun.

Perolehan tersebut diantaranya didukung dengan kinerja positif dan pengembangan layanan dari sejumlah anak usaha IFG. PT Jasa Raharja misalnya, kini telah mampu meningkatkan kecepatan waktu proses pencairan santunan kecelakaan lalu lintas dalam waktu 1 hari 4 jam, dari target maksimal 3 hari.

Dari sisi penjaminan, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berhasil merealisasikan volume penjaminan kredit usaha rakyat mencapai Rp 760,7 triliun dari 2007 hingga 2022. Selain itu, penjaminan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 25,4 triliun pada 2020-2022.

ADVERTISEMENT

Sementara PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) juga mencatat penjaminan KUR sebesar Rp 773 triliun sepanjang 2007-2022. Sedangkan penjaminan terkait program PEN sebesar Rp 33,4 triliun dari 2020 hingga 2022.

Selanjutnya, jumlah polis yang telah dimigrasi dari Jiwasraya ke IFG Life mencapai 157.312 polis sampai dengan Januari 2023. Sementara itu, IFG Life juga sudah membayarkan klaim senilai Rp 5,9 triliun kepada pemegang polis yang sudah beralih ke IFG Life sejak Desember 2021.

Salah satu anak usaha juga berhasil untuk memperbaiki struktur keuangan. Jasindo, telah mencatat rasio risk based capital (RBC) per Desember 2022 mencapai 149,57% (audited). Angka tersebut di atas ketentuan minimal OJK, dimana pada tahun lalu (2021) RBC sempat menyentuh level -84,85%.

Adapun Bahana TCW Investment Management masih mempertahankan peringkat sebagai Manajer Investasi terbesar kedua. Perseroan membukukan Asset Under Management (AUM) mencapai Rp 39,21 triliun per Desember 2022, tidak termasuk produk RDPT/Reksa Dana Penyertaan Terbatas & produk KPD/Kontrak Pengelolaan Dana.

Sekretaris Perusahaan IFG Oktarina Dwidya Sistha menyampaikan, perolehan ini merupakan capaian tersendiri bagi IFG bersama ke-10 anak perusahaannya. Apalagi pendirian holding langsung dihadapkan oleh situasi industri yang penuh tantangan, utamanya terkait sentimen publik terhadap sektor asuransi.

Kondisi tersebut, menurut dia, mendorong IFG dan anak usahanya untuk fokus menjalankan transformasi menjadi lebih baik, inovatif, dan progresif. Serta yang juga penting yakni berlandaskan tata kelola yang kuat sebagai upaya menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri.

"Tahun ini adalah tahun ke 3 berdirinya holding, dan IFG mengusung tagline 'Reform, Redefine, and Reassure'. Tagline adalah refleksi peran IFG dan anak usaha sebagai changemaker (pembawa perubahan) dalam mendorong transformasi di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) khususnya asuransi, penjaminan dan investasi," ujar Sistha, di Jakarta, Kamis (13/4/2023).

Dia mengatakan, pembentukan IFG dapat mendorong peningkatan performa dan bargaining power bagi 10 anggota holding selama 3 tahun berjalan. Diantaranya dari segi transformasi bisnis, penguatan tata kelola, efisiensi operasional, maupun dalam mencapai target dalam project yang merupakan penugasan dari pemerintah.

"Dengan beberapa capaian tersebut, IFG dan anak usaha akan terus menjaga pertumbuhan positif dengan berbagai inovasi bisnis, efisiensi operasional, penerapan tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang komprehensif serta risk culture yang kuat untuk mendorong terciptanya kinerja yang sehat dan sustainable bagi IFG dan anak usaha," imbuh Sistha.

Ke depan, langkah strategis telah disiapkan dan dijalankan oleh IFG untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Inisiatif yang dimaksud yakni dengan melakukan peningkatan operational dan service excellence; peningkatan kapabilitas bisnis di luar penugasan pemerintah, penguatan SDM berbasis core value AKHLAK, penguatan fokus bisnis secara struktural, penguatan tata kelola holding dan anak perusahaan, serta pengembangan dan kapabilitas digital.

"Dalam peringatan 3 tahun holding, kami harap melalui langkah-langkah strategis yang telah dipersiapkan dan diimplementasikan, ke depannya IFG dan anak-anak usahanya dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri keuangan non bank di Indonesia " tutup Sistha.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia