Jumat, 15 Mei 2026

BSI Perlu Bantuan Auditor Internasional Selidiki Serangan Siber, FBI Masuk?

Penulis : Rio Abadi
13 Mei 2023 | 19:30 WIB
BAGIKAN
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

JAKARTA, investor.id - Penyelidikan terkait peretasan sistem Bank Syariah Indonesia (BSI), yang diduga akibat ulah kelompok peretas LockBit ransomware diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua bulan.

Perkiraan disampaikan Pakar Keamanan Siber dari Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja, kepada tim BTV pada Sabtu (13/5/2023).

"Kalau perangkat dan SDM (Sumber Daya Manusia) cukup lengkap, biasanya paling cepat 1-2 bulan," ujar Ardi. Waktu dua bulan yang dibutuhkan dikarenakan perimeter forensik dalam kasus peretasan BSI sangat luas dan membutuhkan teknologi, yang belum tentu ada di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Ardi menyarankan agar penyelidikan siber kasus peretasan BSI dapat melibatkan pihak auditor internasional seperti Certified International Systems Auditor (CISA) ataupun Federal Bureau of Investigation (FBI).

Hal tersebut agar penyelidikan kasus peretasan BSI dapat selesai sekaligus dapat mengevaluasi sistem dan infrastruktur teknologi yang diterapkan oleh Bank Syariah plat merah tersebut.

Seperti diketahui, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengakui adanya dugaan serangan siber yang membuat layanan BSI terganggu sejak 8 hingga 10 Mei 2023 pada Kamis (11/5/2023).

Akibat serangan tersebut, para nasabah BSI tidak bisa melakukan transaksi di jaringan cabang BSI, transaksi di ATM, internet banking, maupun M-Banking.

Sementara itu, cuitan akun @darktracer_int di media sosial Twitter pada Sabtu (13/5/2023)  menyebut bahwa LockBit 3.0 adalah pihak yang bertanggung jawab atas peretasan sistem siber BSI.

Dalam cuitan tersebut, ia mengklaim bahwa LockBit telah berhasil mencuri 15 juta data pribadi nasabah BSI, data informasi karyawan BSI, serta internal data BSI sebesar 1,5 terabyte (TB). Dalam lampiran cuitan tersebut juga terdapat ancaman oleh LockBit 3.0 untuk mempublikasi data dan informasi hasil retasan BSI.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia