Jumat, 15 Mei 2026

Bidik Investor Non Perorangan, Pegadaian Rilis Obligasi dan Sukuk Rp 2 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
16 Mei 2023 | 19:13 WIB
BAGIKAN
PT Pegadaian menghadirkan layanan baru  dalam bertransaksi,  Gadai dari Rumah. Layanan jemput bola ini membuat nasabah tak perlu lagi datang ke outlet Pegadaian untuk membawa barang agunan keluar rumah.
PT Pegadaian menghadirkan layanan baru dalam bertransaksi, Gadai dari Rumah. Layanan jemput bola ini membuat nasabah tak perlu lagi datang ke outlet Pegadaian untuk membawa barang agunan keluar rumah.

JAKARTA, investor.id - PT Pegadain merilis obligasi dan sukuk dengan target dana mencapai Rp 2 triliun. Dana tersebut nantinya digunakan perusahaan sebagai modal kerja pembiayaan.

Obligasi dan sukuk memiliki jangka waktu book building mulai 2 hingga 22 Mei 2023. Adapun besar kupon obligasi yang ditawarkan untuk Seri A antara 5,80-6,25% dengan tenor 370 hari, sedangkan untuk Seri B sebesar 6,20-6,70% dengan tenor 370 hari.

Pegadaian menggandeng beberapa perusahaan sekuritas ternama sebagai Joint Lead Underwriter (JLU) diantaranya PT Indo Premier Sekuritas (IPS), PT BCA Sekuritas (BCAS), PT BNI Sekuritas (BNIS), PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), dan PT Mandiri Sekuritas (MS).

ADVERTISEMENT

Sekretaris Perusahaan Pegadaian Yudi Sadono menerangkan, berdasarkan pemeringkatan PT Pefindo Biro Kredit, obligasi dan sukuk Pegadaian menduduki peringkat idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah). Efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo.

Menurut dia, perusahaan dengan peringkat tersebut mempunyai kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang yang ditawarkan dibandingkan perusahaan atau emiten Indonesia lainnya. Kemampuan pembayaran utang masuk dalam kategori superior.

"Dengan peringkat obligasi dan sukuk Pegadaian Triple A tersebut maka para investor tidak khawatir atas dana yang diinvestasikan. Hal ini mengingat kinerja operasional maupun kinerja keuangan perusahaan sangat sehat, risiko investasi yang dilakukan minimal sehingga menguntungkan bagi investor," ungkap Yudi dalam keterangan resmi, Selasa (16/5/2023).

Yudi menambahkan, obligasi dan sukuk Pegadaian tidak dapat diperoleh secara retail. Dengan demikian investor yang menjadi sasaran bukan merupakan investor individu atau perorangan. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang akan melakukan investasi melalui obligasi dan sukuk Pegadaian segera menghubungi tim JLU untuk melakukan pemesanan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia