Musim Dividen, Simpanan Kakap Melambat
JAKARTA, investor.id – Industri perbankan mencatatkan simpanan dengan tiering nominal jumbo atau lebih dari Rp 5 miliar mencapai Rp 4.240 triliun pada April 2023, atau terkontraksi 1% secara bulanan (month to month/mtm). Perlambatan simpanan kelas kakap tersebut dinilai karena musim pembagian dividen, sehingga terjadi penarikan dana.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kalau dilihat bulan April adalah moment seasonal. Sehingga, simpanan turun terutama pada golongan lebih dari Rp 5 miliar.
“Itu April banyak perusahaan bagi-bagi dividen, jadi dikeluarkan simpanan dari bank, dikasih ke investor. Biasanya investor asing yang terima dividen langsung ditransfer ke negara asal,” ujar Bhima kepada Investor Daily, dikutip Jumat, (16/6/2023).
Sehingga, secara seasonal memang simpanan kakap turun. “Setidaknya ada 13 emiten yang akan bagi-bagi dividen tunai sepanjang April 2023. Mulai dari bank jumbo seperti BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, hingga emiten lainnya seperti ITMG, ROTI, dan SIDO,” sambung Bhima.
Berdasarkan data distribusi simpanan yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per April 2023, menunjukkan bahwa simpanan dengan tiering nominal jumbo atau lebih dari Rp 5 miliar sebesar Rp 4.240 triliun, menurun dari bulan sebelumnya Rp 4.281 triliun. Nilai tersebut apabila dibandingkan dengan akhir 2022, simpanan nasabah tajir per April 2023 juga terkoreksi 3,2% (ytd). Meskipun, secara tahunan (year on year/yoy) masih menunjukkan pertumbuhan 10,4%.
Berdasarkan tiering simpanan, nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan lebih dari Rp 5 miliar yang mencakup 52,6% total simpanan. “Kenaikan nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan sampai dengan Rp 100 juta sebesar 2,4% (mtm), sedangkan penurunan pertumbuhan nominal simpanan terdalam terdapat pada tiering simpanan lebih dari Rp 5 miliar sebesar 1% (mtm),” tulis LPS dalam laporannya.
Adapun, total nominal simpanan bank umum per April 2023 mencapai Rp 8.057 triliun, naik 0,1% (mtm) atau tumbuh 6,5% (yoy). Melihat total simpanan tersebut, perbankan masih dibanjiri likuiditas, meski pertumbuhannya mulai melandai.
Berdasarkan tiering simpanan, jumlah rekening simpanan terbanyak terdapat pada tiering simpanan sampai dengan Rp 100 juta yang mencakup 98,7% total rekening simpanan. Kenaikan jumlah rekening tertinggi terdapat pada tiering simpanan Rp 100-200 juta sebesar 1,8% (mtm), sedangkan penurunan jumlah rekening terdalam terdapat pada tiering simpanan lebih dari Rp 5 miliar sebesar 0,9% (mtm).
SVP Retail Deposit Product And Solution Group Bank Mandiri Evi Dempowati menyebut, hingga April 2023, tren DPK Bank Mandiri tumbuh sebesar 7% (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan dari produk CASA, yaitu giro dan tabungan, yang sejalan dengan strategi Bank Mandiri dalam peningkatan dana murah. Pertumbuhan giro di-support oleh nasabah wholesale.
“Khusus produk tabungan, pertumbuhan balance nasabah dengan nominal saldo di atas Rp 1 miliar mencapai 19% (yoy), terbanyak di-support oleh segmen wealth,” kata Evi kepada Investor Daily.
Ke depannya, sejalan dengan strategi Bank Mandiri untuk mengoptimalkan dana murah dan fokus pada pemanfaatan serta peningkatan layanan digital multi transaksi yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas transaksional seperti Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri. “Kami optimis pertumbuhan DPK Bank Mandiri hingga akhir 2023 dapat tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan pasar,” sambung dia.
Bila data LPS dibedah lebih lanjut, simpanan dengan tiering sampai dengan Rp 100 juta senilai Rp 1.013 triliun terkoreksi 0,9% (yoy), tumbuh 2,4% (mtm). Kemudian, simpanan dengan tiering Rp 100-200 juta tumbuh 1,8% (yoy) atau 1,7% (mtm) menjadi Rp 420 triliun. Untuk simpanan antara Rp 200-500 juta meningkat 4,8% (yoy) atau tumbuh 1,5% (mtm) menjadi Rp 678 triliun.
Sementara itu, tiering nominal Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 miliar meningkat 1,3% (mtm) dan 2,3% (yoy) menjadi Rp 565 triliun. Simpanan dengan tiering Rp 1-2 miliar tumbuh 2,7% (yoy) atau tumbuh 0,9% (mtm), dan simpanan tiering Rp 2-5 miliar tumbuh 5,4% (yoy) atau 0,1% (mtm) menjadi Rp 647 triliun.
Pertumbuhan simpanan giro di atas Rp 5 miliar pada Maret 2023 sebesar 12,04% dan April 2023 sebesar 14,55%. Sedangkan untuk pertumbuhan deposito di atas Rp 5 miliar di Maret 2023 sekitar 8,21%, melambat di April 2023 sekitar 7,78%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




