Sabtu, 4 April 2026

Mendag Dukung Ekspansi Bisnis  Privy  di Australia

Penulis : Windarto
4 Jul 2023 | 20:09 WIB
BAGIKAN
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan didampingi CEO Privy Marshall Pribadi saat meresmikan kantor cabang di Sydney Australia (3/7)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan didampingi CEO Privy Marshall Pribadi saat meresmikan kantor cabang di Sydney Australia (3/7)

Jakarta, Invetor.id – Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mendukung langkah Privy, perusahaan tanda tangan digital dan identitas asal Indonesia untuk melebarkan sayap bisnis di Australia. Zulkifli menilai upaya Privy tersebut sebagai bagian dari ekspor jasa berteknologi tinggi.

 “Melalui Privy, Indonesia tidak hanya dapat dikenal sebagai eksportir komoditas, tetapi juga sebagai pengekspor jasa berteknologi tinggi. Peresmian kantor pertama Privy di luar negeri pada hari ini merupakan kisah sukses ekspor jasa Indonesia ke Australia. Sydney memiliki ekonomi terbesar di Australia dan merupakan hub yang terintegrasi erat dengan ekonomi global.” ujar Zulkifli.

CEO Privy Marshall Pribadi  menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Perdagangan kepada Privy. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan perhatian Bapak Menteri Perdagangan kepada karya anak bangsa. Kami berharap usaha ini dapat lebih berkembang lagi ke depannya,” kata Marshall.

Privy,  mewujudkan rencana pengembangan bisnisnya ke luar negeri setelah resmi membuka kantor cabang di Sydney, Australia. Pembukaan kantor di pusat perdagangan dan bisnis ini menjadi bukti perusahaan Indonesia dapat membuka peluang dan bersaing di luar negeri.

Advertisement

CEO Privy Marshall Pribadi mengatakan, identitas digital terpercaya dan tanda tangan eletronik tersertifikasi merupakan infrastruktur dasar perdagangan di dunia digital. “Semoga ekspansi pertama kami ke Australia ini menjadi awalan agar Privy dapat memfasilitasi perdagangan elektronik di seluruh dunia.” tuturnya saat peresemian kantor cabang tersebut pada Senin (3/7/2023).

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono, Konsul Jenderal Indonesia di Melbourne, Kuncoro Giri Waseso, Konsul Jenderal Indonesia di Sydney, Vedi Kurnia Buana dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono, Tim Stapleton, Minister-Counselor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, H.E. Siswo Pramono, duta besar RI di Canberra, Haris Setiawan, Atase Perdagangan yang dari tahun 2018 sudah mendukung Privy untuk masuk pasar Australia, serta perwakilan dari Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA).

Kementerian Perdagangan sudah lama mendukung Privy melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) dengan program Katalis. Katalis ialah program pengembangan perdagangan dan investasi unik yang didukung pemerintah untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia. Kementerian Perdagangan juga mendukung penggunaan tanda tangan elektronik melalui Peraturan Pemerintah No 80 tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, di mana transaksi PMSE dapat dijadikan bukti yang autentik jika menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi melalui PSrE sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Saat ini Privy menjadi salah satu perusahaan penyedia sertifikat elektronik (PSrE) di Tanah Air dengan 40 juta pengguna terverifikasi. “Sydney menjadi kota yang tepat bagi Privy untuk mendirikan cabang mengingat penggunanya bahkan lebih besar dari seluruh penduduk Australia yang berjumlah 26 juta jiwa,” imbuh Zulkifli.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan demo penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Privy dengan sejumlah perusahaan yang dilakukan dengan tanda tangan digital Privy. Penandatanganan dilakukan bersama Sony Trading, PT Rusky Aero,Ozimex International, Eastern Cross Trading, PT Pulau Sambu, Oishi International Trading, Inastra, Aexi, dan Impor United.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 3 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 14 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 44 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 55 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia