Terpilih Jadi DK OJK, Berikut Strategi Agusman
JAKARTA, Investor.id – Agusman menyiapkan sejumlah strategi dalam rangka pengembangan dan penguatan lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya setelah terpilih seabgai dewan komisioner merangkap kepala eksekutif pengawas (KE) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2023-2028.
Agusman mengatakan, sejumlah tantangan dialami perusahaan yang volume usahanya lebih kecil atau memiliki sumber daya keuangan yang terbatas. Padahal, potensi sektor pembiayaan nasional masih besar, khususnya untuk mendorong kontribusi dalam pendalaman sektor keuangan.
Tantangan yang dihadapi adalah masih lemahnya tata kelola dan manajemen risiko, masih terbatasnya sumber daya manusia secara kuantitas dan kualitas, dan masih lemahnya dukungan infrastruktur teknologi informasi (TI). Sementara itu dari sisi bisnis, terdapat beberapa tantangan seperti bisnis yang belum berkembang, tingkat persaingan yang ketat, dan sulitnya mendapatkan pendanaan dan permodalan.
"Meski banyak tantangan dan kesulitan, pengembangan dan penguatan sektor industri ini perlu dilakukan ke depan. Apalagi peluang ke depan juga sangat besar, terutama karena perekonomian domestik semakin membaik dan pemberlakuan UU 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK)," kata Agusman pemaparan di Komisi XI DPR RI, Senin (10/7/2023).
Dalam aspek penguatan kelembagaan, Agusman mengusung tiga program jangka panjang. Program pertama, penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Program ini dilakukan dengan mendorong penerapan governance, risk, dan control (GRC) yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi informasi terkini.
"GRC ini mungkin tidak harus secanggih bank, tapi meski tidak kompleks, tapi harus disamakan (standarnya). Yang masih awal dan sederhana, kita buatkan agar tidak menyulitkan namun aspek tata kelolanya dapat," kata Agusman.
Program kedua, penguatan sumber daya manusia (SDM). Dalam program ini, Agusman akan merealisasikannya melalui pemberian pendudukan dan latihan dalam rangka capacity building, penguatan program sertifikasi, dan pelaksanaan fit & proper test bagi calon pengurus perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan.
Program ketiga, yakni penguatan dukungan infrastruktur TI. Melalui program ini, Agusman berupana untuk menyediakan bimbingan teknis dan konsultasi dalam pemanfaatan TI. Dengan begitu, dukungan infrastruktur TI dapat lebih memadai dan memenuhi kaidah tata kelola (IT Governance) sesuai best practice.
"Agar perusahaan dapat berjalan secara efisien dan efektif, serta mampu menjawab kebutuhan nasabah secara tepat dan cepat, sekaligus tentu bisa memberikan perlindungan yang akurat bagi nasabah dan masyarakat luas," ungkap Agusman.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





