Jumat, 15 Mei 2026

Implementasi Otomasi dan AI Berdampak Besar ke Ekonomi

Penulis : Arnoldus Kristianus
4 Aug 2023 | 13:54 WIB
BAGIKAN
Lili Yan Ing, Lead Advisor untuk kawasan Asia Tenggara di Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). (Foto: Dok. B-Universe Photo)
Lili Yan Ing, Lead Advisor untuk kawasan Asia Tenggara di Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). (Foto: Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id –  Lead Advisor Southeast Asia Region Lili Yan Ing menyebutkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan memberikan sumbangsih terhadap perekonomian dunia. Bahkan, dampak positifnya sudah mulai terlihat dalam hal produktivitas, baik di perusahaan maupun secara keseluruhan level.

“Robot dan sistem artificial intelligence sudah berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas yang signifikan dengan memungkinkan proses kerja yang lebih akurat dan presisi serta industri mengurangi biaya produksi,” ucap Lili dalam High Level Policy Dialogue “Indonesia's ASEAN Chairmanship 2023: Promoting ASEAN Relevance in Global Market”, di Jakarta, Jumat (4/8/2023).

Berdasarkan kajian, dia mengungkapkan, pekerja perusahaan dengan menggunakan sistem otomasi memiliki produktiftivitas lebih tinggi 49%, dibandingkan perusahaan non otomasi. Hal ini membuat pekerjaan dengan robot dan artificial intelligence lebih produktif.

ADVERTISEMENT

“Mereka cenderung juga menghasilkan (produk) ekspor yang lebih tinggi, menawarkan pasar dengan lebih banyak variasi dan produk berkualitas lebih tinggi,” kata dia.

Dari sisi kegiatan perdagangan, dia mengatakan, otomasi dan artificial intelligence turut memfasilitasi perdagangan barang dan jasa. Lili mengatakan, saat negara maju mengadopsi robot dan artificial intelligence, maka akan berdampak pada perdagangan dengan negara berkembang.

Kolaborasi Teknologi India dan Jepang Tunjukkan Indo Pasifik yang Inklusif

Peningkatan kepadatan robot sebesar 10% di negara maju dikaitkan dengan peningkatan ekspor negara berkembang sebesar 12%. perusahaan yang lebih besar dan lebih terhubung secara global di negara berkembang lebih cenderung mengadopsi robot dan AI dan digitalisasi yang memungkinkan mereka memperluas pasar.

“Selain itu, penyebaran artificial intelligence, robot, dan digitalisasi mengarah pada peningkatan perdagangan jasa, yang pada akhirnya akan meningkatkan perdagangan secara keseluruhan,” tutur Lili.

Lili mengungkapkan, penggunaan otomasi, digitalisasi, dan artificial intelligence akan berdampak tiga hal pada kinerja buruh. Pertama yaitu terjadinya efek perpindahan dimana pekerjaan rutin akan digantikan oleh robot, artificial intelligence serta teknologi digital.

“Itu akan memiliki efek negatif, terutama pekerja yang tidak terampil sama sekali yang relatif kurang terampil melalui mekanisme pemindahan,” ucap dia.

Kedua, yaitu efek produktivitas, robot dan artificial intelligence akan memiliki efek positif pada tenaga kerja dan upah, namun meningkatkan produksi dan daya saing perusahaan. Ketiga, yaitu robot, artificial intelligence, dan teknologi digital mengembalikan pekerja ke dalam rentang tugas yang lebih luas.(ark)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia