Jumat, 15 Mei 2026

Kolaborasi Teknologi India dan Jepang Tunjukkan Indo Pasifik yang Inklusif

Penulis : Happy Amanda Amalia
31 Jul 2023 | 12:48 WIB
BAGIKAN
Executive VP dan CTO AMD Mark Papermaster (kiri) dan Chairman Foxconn Young Liu (kanan) bertepuk tangan saat PM India Narendra Modi tiba untuk meresmikan acara SemiconIndia 2023 di Gandhinagar, India pada 28 Juli 2023. (Foto: Investor Daily/AP Photo/Ajit Solanki)
Executive VP dan CTO AMD Mark Papermaster (kiri) dan Chairman Foxconn Young Liu (kanan) bertepuk tangan saat PM India Narendra Modi tiba untuk meresmikan acara SemiconIndia 2023 di Gandhinagar, India pada 28 Juli 2023. (Foto: Investor Daily/AP Photo/Ajit Solanki)

NEW DELHI, investor.id Pemerintah India dan Jepang sedang menjajaki kolaborasi di bidang teknologi penting, termasuk semikonduktor dan rantai pasokan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya India mencapai target investasi dari Jepang senilai US$ 35,9 miliar pada 2027 dan menunjukkan Indo Pasifik yang inklusif.

Menurut pernyataan para pejabat pada Jumat (28/07/2023), Menteri Luar Negeri (Menlu) India S Jaishankar dan Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi bertemu pada Kamis (27/07/2023) di New Delhi, India. Keduanya membahas langkah-langkah untuk memperdalam kerja sama di bidang alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan teknologi.

Pertemuan kedua menlu tersebut dilakukan dalam kunjungan dua hari Hayashi ke New Delhi. Dasar dari rencana kolaborasi ini di antaranya dampak dari perang Rusia dengan Ukraina. Perang ini telah mengganggu pasokan suku cadang global dan bahan baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan berbagai produk, mulai dari mobil hingga chip komputer.

ADVERTISEMENT

India dan Jepang selama ini memiliki hubungan ekonomi yang kuat. Volume perdagangan kedua negara bernilai US$ 20,57 miliar untuk tahun fiskal 2021-2022.

Ekonomi Indo Pasifik Inklusif

Dikutip dari pernyataan Kemlu India, Hayashi dan Jaishankar juga menekankan peran penting India dan Jepang untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan makmur, berbasis aturan, dan inklusif.

Selain membahas kerja sama bilateral, kedua menlu membahas kolaborasi di bawah kerangka kerja multilateral dan plurilateral. Termasuk kelompok Quad yang mencakup Amerika Serikat (AS) dan Australia. Kelompok ini bertujuan melawan merespons agresivitas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di kawasan.

Saat bertemu para pemimpin bisnis dari kedua negara, Hayashi menyampaikan India adalah mitra yang sangat diperlukan Jepang dalam mencapai kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka.

Hayashi mendorong perusahaan-perusahaan Jepang untuk berinvestasi di 15 sektor utama yang diidentifikasi oleh India sebagai sektor yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi. Antara lain peralatan telekomunikasi, mobil, dan baterai kimia terapan.

“Semua ini telah menghasilkan pertumbuhan yang luar biasa investasi Jepang ke dalam teknologi-teknologi penting seperti peralatan medis, elektronik, dan peralatan listrik rumah tangga,” ujar Hayashi, yang dilansir Associated Press (AP).

Ambisi Chip Semikonduktor

Dalam pernyataan bersamanya, Jaishankar dan Hayashi menyampaikan kepuasan mereka atas penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan antara kedua negara, termasuk latihan rutin dan pembicaraan antara ketiga angkatan bersenjata.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi disebut memiliki ambisi untuk membangun industri produksi chip semikonduktor. Namun awal bulan ini, raksasa perusahaan elektronik Foxconn mundur dari usaha patungan semikonduktor senilai US$ 19,5 miliar dengan konglomerat pertambangan India, Vedanta Ltd.

Padahal pada Februari 2022, Foxconn dan Vedanta telah mengumumkan usaha patungan (JV) untuk memproduksi chip dan panel layar di India.

Pemerintah India telah menjadikan produksi chip sebagai prioritas nasional dan bagian dari kebijakan kemandirian untuk mengamankan pasokan. India juga telah menawarkan insentif finansial hingga 50% dari biaya proyek, di bawah rencana senilai US$ 10 miliar untuk proyek-proyek manufaktur semikonduktor dan layar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia