Minggu, 21 Juni 2026

Target Fintech Lending Terancam Meleset

Penulis : Prisma Ardianto
17 Sep 2023 | 18:43 WIB
BAGIKAN
Perajin menyelesaikan pembuatan ikat kepala atau singal khas Kalimantan Utara di Marco Handmade peserta artisan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI), Tarakan, Kalimantan Utara, belum lama ini. Pemprov Kalimantan Utara telah merealiasasikan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kaltara mencapai Rp 2,5 miliar, sedangkan jumlah UMKM di Kaltara yang sukses onboarding sebanyak 785 UMKM dengan jumlah transaksi penjualan UMKM mencapai Rp 69,6 miliar. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt)
Perajin menyelesaikan pembuatan ikat kepala atau singal khas Kalimantan Utara di Marco Handmade peserta artisan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI), Tarakan, Kalimantan Utara, belum lama ini. Pemprov Kalimantan Utara telah merealiasasikan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kaltara mencapai Rp 2,5 miliar, sedangkan jumlah UMKM di Kaltara yang sukses onboarding sebanyak 785 UMKM dengan jumlah transaksi penjualan UMKM mencapai Rp 69,6 miliar. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt)

Agusman menerangkan, per Juli 2023, terdapat 23 penyelenggara yang memiliki TWP90 lebih dari 5%. OJK pun terus melakukan monitoring terhadap perubahan TWP 90, khususnya pada perusahaan yang memiliki TWP 90 di atas 5%.

“OJK memberikan surat pembinaan dan meminta mereka mengajukan action plan perbaikan pendanaan macet. OJK selanjutnya memonitor pelaksanaan action plan mereka dengan ketat. Jika kondisinya lebih buruk, OJK melakukan tindakan pengawasan lanjutan,” ungkap Agusman, belum lama ini.

Dia juga menjelaskan, pengenaan sanksi telah diatur sesuai dengan POJK. OJK mengenakan sanksi sesuai dengan pelanggaran dan mengacu pada ketentuan dimaksud. Tentunya tindakan supervisory action dilakukan oleh OJK dalam rangka mitigasi pelanggaran dan memastikan perlindungan konsumen dapat tetap dipenuhi.

ADVERTISEMENT

Terkait hal ini, Ketua Klaster Produktif AFPI Reynold Wijaya menuturkan faktor perlambatan penyaluran pinjaman untuk sektor produktif. Menurut dia, salah satu faktor utamanya adalah kondisi ekonomi Indonesia di tahun ini yang masih cukup menantang.

Dia mengatakan, kondisi tersebut turut memengaruhi pertumbuhan industri fintech p2p lending. Lantaran bisnis melambat akibat terganggunya pasokan barang hingga berkurangnya permintaan di industri ritel. Dengan situasi demikian, UMKM pun secara umum terdampak, padahal mereka merupkan target utama dari penyaluran pinjaman produktif fintech p2p lending.

Faktor demikian, kata dia, pada gilirannya juga membuat para penyelenggara fokus untuk turut menjaga dan memperbaiki kualitas pinjaman. “Oleh karena itu, fokus saat ini tidak hanya pada target angka, namun perlu diimbangi dengan kualitas pendanaan yang baik, demi menjaga portofolio pendanaan tetap sehat,” kata Reynold kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Reynold yang juga Co-Founder & CEO Modalku bilang, untuk menjaga kualitas kredit, industri fintech p2p lending mengambil langkah proaktif. Langkah ini digulirkan dengan selektif dalam menyalurkan pinjaman yang diantaranya mengedepankan prinsip kehatian-hatian dan manajemen risiko melalui penilaian kredit yang lebih komprehensif dari berbagai sumber data yang tersedia.

“Di samping itu, kami juga berharap kondisi ekonomi di Indonesia dapat segera membaik, sehingga penyaluran pendanaan produktif kepada UMKM dapat lebih optimal,” beber Reynold.

Dihubungi terpisah, Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengungkapkan, tren penyaluran pinjaman produktif dalam skala industri tersebut tidak sejalan dengan yang terjadi di Akseleran. Penyaluran pinjaman Akseleran masih tercatat tumbuh 15% (yoy) hingga Juli 2023.

Namun demikian, dia mengakui munculnya sejumlah tantangan berbeda di tahun ini khususnya untuk para penyelenggara fintech p2p lending. Ivan bilang, masih ada UMKM di sejumlah sektor ekonomi yang bisa ditargetkan untuk kembali memacu penyaluran. Namun batas atas nilai penyaluran Rp 2 miliar menjadi kendala.

“Untuk regulasi, memang dari sisi pemain produktif menginginkan ticket size maksimal per penerima pinjaman bisa dinaikkan jadi Rp 10 miliar per penerima pinjaman. Ini akan bisa meningkatan penyaluran ke UKM size menengah," ungkap Ivan.

Ivan yakin, badai akan segera dilalui fintech p2p lending di klaster produktif. Industri ini punya keunikan melalui kapabilitas digitalnya agar ke depan lebih akseleratif menekan gap pendanaan UMKM Indonesia yang menembus Rp 1.000 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia