Kamis, 14 Mei 2026

Menaker Beberkan Target Kepesertaan Program Jamsostek, Berikut Rinciannya

Penulis : Prisma Ardianto
29 Sep 2023 | 20:13 WIB
BAGIKAN
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. (Dokumen B Universe)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. (Dokumen B Universe)

JAKARTA, investor.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengurai target-target kepesertaan di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) tahun 2023 dan 2024. Diantaranya target mencakup program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Menaker Ida Fauziyah mengurai, untuk tahun 2023, target kepesertaan program JKK dan JKM masing-masing sebanyak 43,92 juta orang. Target kepesertaan program JHT sebanyak 39,50 juta orang, dimana sebanyak 21,50 juta orang sebagai peserta aktif dan sebanyak 18 juta orang sebagai peserta non aktif.

Sementara itu, kepesertaan untuk program JP ditargetkan sebanyak 20,25 juta orang pada 2023. Dengan rincian, peserta aktif sebanyak 15,50 juta peserta dan sebanyak 4,75 juta peserta non aktif. Adapun untuk program JKP di tahun ini dibidik sebanyak 13 juta peserta.

ADVERTISEMENT

“Sedangkan pada tahun 2024, JKK dan JKM ditargetkan sebanyak 53,52 juta orang, JHT sebanyak 41,25 juta orang (24 juta aktif, 17,25 juta non aktif), JP sebesar 21 juta orang (16 juta aktif, 5 juta non aktif), dan JKP sebanyak 15 juta orang,” ungkap Menteri Ida dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI, baru-baru ini.

Adapun dalam realisasinya, kepesertaan JKK dan JKM per Juli 2023 tercatat masing-masing sebanyak 37,40 juta orang (85,15%). Kepesertaan JHT sebanyak 17,90 juta orang (45,31%) dan JP sebanyak 14,23 juta orang (70,27%).

Peta Jalan Jaminan Sosial 2023-2024

Peta Jalan Jaminan Sosial 2023-2024 adalah dokumen perencanaan pembangunan yang memberi arahan dan langkah penyelenggaraan SJSN tahun 2023-2024 agar terlaksana secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan. Adapun pemrakarsa peta jalan yaitu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.

Sementara tujuan peta jalan yaitu memastikan terlaksananya penyelenggaraan sistem jaminan dan terselenggaranya koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antara K/L.

“Ada empat strategi untuk menunjang hal ini yaitu, penguatan perundang-undangan bidang jamsostek; peningkatan program jamsostek; penguatan kelembagaan penyelenggara sistem jamsostek; dan penguatan sistem monitoring, evaluasi, dan pengendalian penyelenggaraan SJSN,” terang Menaker Ida Fauziyah.

Sejumlah strategi tersebut kemudian melahirkan lima arah kebijakan. Pertama, penguatan peraturan perundang-undangan di bidang jaminan sosial. Kedua, peningkatan cakupan kepesertaan program jaminan kesehatan dan memperluas kepesertaan program JKK, JHT, JP, JKM, dan JKP.

Ketiga, arah kebijakan tentang penyesuaian iuran dan paket manfaat program jaminan kesehatan, serta iuran dan paket manfaat program JKK, JHT, JP, JKM, dan JKP. Keempat, pengembangan paket pelayanan program JKK, JHT, JP, JKM, dan JKP. Kelima, penguatan fungsi, tugas, dan kewenangan kelembagaan sistem jaminan sosial nasional.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 42 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 51 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia