Jumat, 15 Mei 2026

CIMB Niaga (BNGA) Fokus Memperluas Basis Nasabah

Penulis : Happy Amanda Amalia
2 Nov 2023 | 20:51 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nasabah sedang bertransaksi di CIMB Niaga Digital Lounge. (Foto: Istimewa)
ilustrasi nasabah sedang bertransaksi di CIMB Niaga Digital Lounge. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) tetap fokus dengan strategi yang dijalankan sebelumnya untuk memperluas basis nasabah dan memperkuat portofolio current account and savings account (CASA), di samping  memastikan perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan, dan mendorong digital engagement yang lebih baik untuk masa depan. Demikan disampaikan Presiden Direktur Lani Darmawan dalam keterangan resminya.

CIMB Niaga juga melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 6,3 triliun pada sembilan bulan pertama 2023 (9M2023), naik sebesar 25,8% year-on-year (yoy), dan menghasilkan earnings per share Rp196,6.

“Kami mencapai perolehan kinerja keuangan yang baik serta menjaga progress berkelanjutan dalam transformasi erusahaan. Kami meraih return on equity sebesar 15,4% pada 9M23, naik dari 12,9% pada 9M22. Pencapaian dari kinerja keuangan ini mencerminkan sikap proaktif atas prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas aset yang diterapkan berjalan efektif,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara gross non-performing loan (NPL), dikabarkan membaik menjadi 2,4% dari 3,6% pada 9M22 dan 2,5% pada kuartal II-2023.

“Di tengah kondisi yang terus berubah cepat, kami senantiasa memberikan profitabilitas dan imbal hasil modal yang menarik bagi para pemegang saham, sekaligus terus memperkuat rasio permodalan dan likuiditas,” tambah Lani.

CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,8% dan 86,4%. Ada pun total aset konsolidasian per 30 September 2023 adalah sebesar Rp329,1 triliun (+7,2% yoy), yang makin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Terkait total Dana Pihak Ketiga (DPK), laporan menunjukkan pencapaian Rp 235,3 triliun dengan rasio CASA sebesar 66,7%. Sementara itu, CASA tumbuh 4,5% yoy, sebagai hasil upaya bank membangun hubungan yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan layanan digital CIMB Niaga.

Jumlah kredit/pembiayaan naik 5,2% yoy menjadi Rp 205,6 triliun (atau Rp 205,5 triliun di luar pembiayaan Salam), dengan pertumbuhan tertinggi dari bisnis Small Medium Enterprise (SME) (+8,1% yoy), diikuti Corporate Banking (+6,0% yoy) dan Consumer Banking (+5,9% yoy. Pertumbuhan kredit retail dikontribusikan dari Kredit Pemilikan Mobil (KPM) (+11,5% yoy) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) (+2,7% yoy).

“Sebagai bagian dari upaya kami untuk mendorong masa depan yang berkelanjutan dan mendukung tercapainya emisi rendah karbon, kami aktif berpartisipasi sebagai pembeli pertama unit karbon dalam peluncuran Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) yang dilakukan baru-baru ini. Ini merupakan bagian dari strategi Bank untuk mencapai status Net Zero pada 2050 dan dukungan terhadap program dekarbonisasi yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia sebagaimana tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) Indonesia,” kata Lani.

Sedangkan pada perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp53,0 triliun (+15,3% yoy) (termasuk pembiayaan Salam) dan DPK sebesar Rp42,7 triliun (+23,4% yoy) per 30 September 2023.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah, karyawan, dan stakeholders atas kepercayaan dan dukungannya terhadap CIMB Niaga selama 68 tahun ini. Kami akan terus secara konsisten menyediakan pengalaman terbaik melalui kualitas layanan, produk, teknologi, dan inovasi, sehingga kami dapat mewujudkan aspirasi menjadi bank pilihan bagi bisnis dan masyarakat Indonesia,” tambah Lani.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia