Premi Unit Link Turun 22,4%, Produk Tradisional Asuransi Jiwa Tumbuh 12,5%
JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja dari 56 perusahaan asuransi jiwa hingga kuartal III-2023. Premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) dalam perkembangannya masih menyusut cukup dalam, sedangkan premi dari produk tradisional terus melanjutkan pertumbuhan.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, total pendapatan asuransi jiwa sepanjang Januari-September 2023 turun 0,6% year on year (yoy) menjadi Rp 162,87 triliun. Kinerja pendapatan tersebut utamanya dipengaruhi penurunan dari pos pendapatan premi.
“Penurunan total pendapatan secara umum disebabkan karena adanya penurunan pada pendapatan premi yang tercatat -7,7%. Hingga September 2023, total pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp 132,04 triliun,” ungkap Budi dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari-September 2023 di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Berdasarkan produk, kata dia, premi dari produk asuransi tradisional masih tumbuh baik sebesar 12,5% (yoy) menjadi Rp 67,67 triliun, mewakili 51,2% terhadap total pendapatan premi. Hal ini menandai dominasi kontribusi premi dari produk asuransi tradisional dalam dua kuartal beruntun.
“Sementara pendapatan premi dari produk asuransi unit link tercatat sebesar Rp 64,37 triliun (turun 22,4%), hampir sama, tetapi tradisional sedikit lebih besar sekarang. Data tersebut menunjukkan adanya shifting produk ini menjadi indikasi bahwa pemahaman masyarakat Indonesia terhadap jenis proteksi yang dibutuhkan semakin baik,” urai Budi.
Dia mengatakan bahwa peralihan dominasi produk unit link ke produk tradisional yang saat ini terjadi seiring dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi. Menurut Budi, Indikasi tersebut dibuktikan dengan hasil survei OJK yang menyebutkan bahwa literasi asuransi meningkat ke angka 31,72%.
Lebih lanjut, peningkatan pemahaman ini berdampak baik dengan bertambahnya tertanggung asuransi jiwa sebesar 16,5%. Sehingga saat ini jumlah tertanggung industri asuransi jiwa sebesar 94,18 juta orang.
Adapun total polis asuransi jiwa tercatat sebanyak 27,87 juta polis atau tumbuh sebesar 7,3% (yoy). Total polis perorangan menjadi 26,36 juta polis atau naik 4,6%, sedangkan polis kumpulan menjadi sebanyak 1,51 juta polis atau tumbuh 90,2%.
Uang pertanggungan (UP) sampai dengan September 2023 tercatat meningkat 10,3% (yoy) menjadi sebesar Rp 5.300 triliun. Dengan UP perorangan mencapai Rp 2.700 triliun atau tumbuh 2,5% (yoy), sementara UP kumpulan mencapai Rp 2,690 triliun atau naik 19,5% (yoy).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






