Jumat, 15 Mei 2026

PT PII Jamin Pembiayaan Kereta Cepat, Tapi Masih Tunggu Restu Kemenkeu

Penulis : Arnoldus Kristianus
8 Des 2023 | 18:11 WIB
BAGIKAN
Kereta Cepat. (Foto: KCIC)
Kereta Cepat. (Foto: KCIC)

JAKARTA, investor.id – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) akan berpartisipasi dalam pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta Bandung, namun upaya ini masih menunggu kepastian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Nantinya penjaminan ini akan diatur lebih lanjut berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK).

“Berapa (penjaminan) yang akan dimandatkan kepada PII itu akan ditetapkan dalam KMK-nya. Sekarang masih dalam proses, kami belum menerima berapa alokasi dari penjaminan yang diberikan kepada PII,” ucap Direktur Utama PT PII Muhammad Wahid Sutopo dalam media briefing di Kantor Kemenkeu pada Jumat (08/12/2023).

Sutopo mengatakan bahwa penjaminan anggaran proyek kereta cepat Jakarta Bandung akan diselaraskan dengan kemampuan keuangan PT PII. Dalam KMK mekanisme penjaminan akan diatur dari sisi aspek verifikasi dan mekanisme untuk mitigasi risiko. Sampai saat ini PT PII masih melakukan pembahasan bersama dengan Kemenkeu dan PT Kereta Api Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sebagai badan usaha di bawah Kemenkeu maka PT PII juga menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menjamin proyek-proyek yang termasuk dalam program pembangunan pemerintah. Namun Sutopo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan meminta penyertaan modal negara (PMN) tambahan khusus untuk pembiayaan proyek kereta Jakarta Bandung, lantaran semua alokasi pembiayaan penjaminan akan dilakukan dengan perhitungan matang.

“Kalau mengenai kapasitasnya memang sudah dipersiapkan, jadi kalau ini memang diberikan mandat tentunya sesuai kemampuan yang ada di dalam PII, berdasarkan (kemampuan) yang sekarang sudah ada. Jadi kita tidak akan minta tambahan lagi PMN karena berapapun yang (PMN) diberikan sudah sesuai dengan apa yang ada di PII pada saat ini,” tutur Sutopo.

Pemerintah akan memberikan penjaminan untuk pembangunan kereta cepat antara Jakarta Bandung. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 89 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung.

Sutopo mengatakan bila melihat implementasi rute kereta cepat Jakarta Bandung saat ini dapat menjadi acuan untuk pengembalian pinjaman. Khususnya bila melihat antusiasme masyarakat dan dampak ekonomi ke daerah sekitar.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Tentunya, kalau kita bisa jaga kelangsungan akan sangat membantu proyek ini memenuhi kemampuan pengembalian pinjaman,” terang Sutopo.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penjaminan diberikan karena adanya tambahan biaya (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Penerbitan PMK sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2021. Cost overrun tersebut sudah ditetapkan berdasarkan review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Di situ ada rekomendasi untuk penanganan cost over run yang di mana pemerintah dalam hal ini melalui BUMN memiliki share 60%. Jadi ada implikasi dari cost over run dari sisi PMN (Penyertaan Modal Negara) yang sudah kita lakukan PT KAI (Kereta Api Indonesia) sebagai ketua konsorsiumnya dari pihak indonesia dan dari sisi pinjaman tambahan. Pinjaman tambahan ini yang masuk di dalam tata laksana penjaminan yang kita berikan melalui PMK,” ucap Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 25 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia