Jumat, 15 Mei 2026

Empat Sektor Industri Babak Belur Karena Asuransi Kesehatan, Ini Buktinya

Penulis : Prisma Ardianto
10 Des 2023 | 17:39 WIB
BAGIKAN
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta. (Ilustrasi, ANTARA FOTO/Dewa Wiguna)
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta. (Ilustrasi, ANTARA FOTO/Dewa Wiguna)

JAKARTA, investor.id – Empat sektor di industri perasuransian babak belur karena tren pembayaran klaim dari asuransi kesehatan. Empat sektor yang dimaksud yakni industri asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi, dan BPJS Kesehatan.

Dimulai dari asuransi jiwa, klaim asuransi kesehatan telah meningkat setidaknya dalam kurun dua tahun terakhir berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Pada kuartal III-2022, klaim tercatat mencapai Rp 11,47 triliun atau tumbuh 35,1% secara tahunan (year on year/yoy).

Kemudian klaim asuransi kesehatan naik lagi sebesar 32,9% (yoy) menjadi Rp 15,24 triliun pada kuartal III-2023. Dengan pergerakan seperti itu, rasio klaim menembus level 122%, jelas menandai kerugian telah terealisasi. Adapun sebarannya, klaim lini tersebut telah meningkat baik dari segmen perorangan maupun kumpulan.

ADVERTISEMENT

Sementara dalam perkembangannya, nilai klaim atas risiko kesehatan dari asuransi jiwa telah melampaui nilai klaim atas risiko meninggal dunia. Sebelumnya klaim atas risiko meninggal dunia sempat menjulang karena pandemi Covid-19 mencapai Rp 14,58 triliun, namun kini telah perlahan menurun menjadi Rp 8,04 triliun pada kuartal III-2023.

Berikutnya ada klaim kesehatan (health insurance) dari sektor industri asuransi umum. Di sektor ini, klaim kesehatan tumbuh 18,7% (yoy) menjadi Rp 4,56 triliun. Mencerminkan ada penambahan nilai klaim yang dibayarkan mencapai Rp 717 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Jika dibedah lagi, rasio klaim kesehatan dari sektor industri asuransi umum sudah mencapai level 86,0% sepanjang Januari-September 2023. Menjadi menonjol karena lini bisnis ini mencatat level rasio klaim paling tinggi dari 14 lini bisnis lainnya di sektor industri umum.

Untuk sektor ketiga yaitu industri reasuransi. Sektor industri ini memang tidak banyak mengambil bisnis asuransi kesehatan, mengingat premi yang diserap hanya sebesar Rp 10 miliar, jauh dibandingkan dengan total premi yang mencapai Rp 15,63 miliar sampai September 2023.

Meski begitu, klaim kesehatan patut untuk jadi perhatian. Pembayaran klaim tercatat sebesar Rp 9 miliar atau mencerminkan rasio klaim sebesar 90,1% pada kuartal III-2023. Rasio klaim ini tercatat masih lebih rendah dari kuartal III-2022 yang sudah menembus level 103,7%.

Terakhir, ada BPJS Kesehatan yang mendapat mandat sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam ungkapan Menteri Kesehatan (Menkes) baru-baru ini, klaim yang mesti dibayarkan BPJS Kesehatan diprediksi mencapai lebih dari Rp 150 triliun.

Angka tersebut melonjak signifikan jika dibandingkan dengan realisasi pembayaran klaim BPJS Kesehatan pada 2022 yang sebesar Rp 113,47 triliun. Sehingga klaim tahun ini kira-kira akan naik sebesar 32,74% (yoy), sebuah kondisi yang perlu menjadi perhatian meski dana jaminan sosial (DJS) Kesehatan belakangan disebut-sebut masih dalam level surplus.

Kondisi demikian jadi semakin mendesak seiring target iuran sebesar Rp 152 triliun. Jika realisasi premi dan klaim hingga akhir tahun ini sejalan dengan prediksi, maka agregat pengelolaan pengelolaan DJS Kesehatan sepanjang tahun ini setidaknya akan impas, berikut rasio klaim dalam kisaran 100%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia