Jumat, 15 Mei 2026

Masalah Asuransi Kesehatan Rumit, OJK Cari Jalan

Penulis : Prisma Ardianto
10 Des 2023 | 18:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi asuransi. (Foto. Istimewa)
Ilustrasi asuransi. (Foto. Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Pelaku industri risau tren klaim dari bisnis asuransi kesehatan tak terbendung dalam beberapa tahun terakhir. Jika mulanya khawatir karena kunjungan ke fasilitas kesehatan (faskes) melonjak, kini pelan-pelan terkuak bahwa masalah sebenarnya lebih rumit.

Ilham (34), mengaku berat badannya meningkat signifikan selama pandemi Covid-19. Kenaikan berat badan itu seiring gaya hidup tidak sehat yang diterapkan Ilham. Ia terpaksa tidak banyak bergerak karena situasi yang memaksa pekerjaan dan kebanyakan aktivitas lainnya dilakukan hanya di rumah.

“Pandemi kemarin kan kebanyakan di rumah ya, kerja jadi di rumah, nonton film di rumah. Nah dari situ sempet naik tuh (berat badan) sampai 82 kg dari sekitar 62-63 kg. Tapi kan setahun ini udah rajin nge-gym, udah turun lagi dong jadi sekitar 65 kg,” kelakar Ilham saat ditemui di bilangan Lubang Buaya, Jumat (8/12/2023) malam.

ADVERTISEMENT

Pemandangan kenaikan berat badan saat pandemi maupun pascapandemi dari individu mungkin jadi hal yang lumrah, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun demikian, tidak semuanya memilih berolahraga. Padahal pandemi sudah dengan tegas mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan.

Perusahaan nutrisi global Herbalife Nutrition merilis Asia Pasific Personal Habits Survey 2022. Dalam survei itu diterangkan bahwa 8 dari 10 konsumen di Asia Pasifik ingin menghentikan gaya hidup tidak sehat yang sudah mereka lakukan selama pandemi.

Masalah Asuransi Kesehatan Rumit, OJK Cari Jalan
Tren klaim asuransi kesehatan. (Sumber: AAJI)

Gaya hidup tak sehat yang dimaksud meliputi mengonsumsi makanan yang tidak seimbang (53%), tidak berolahraga secara teratur (53%), dan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup (52%). Ketiga hal itu merupakan kebiasaan tidak sehat yang bakal dihentikan dalam 12 bulan ke depan.

Ilham—dengan dukungan istrinya—tentu jadi salah satu dari 8 dari 10 orang yang berhasil meninggalkan gaya hidup tidak sehat itu. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan banyak dari mereka yang tetap abai terhadap gaya hidup sehat sehingga pada gilirannya rentan terkena penyakit dan perlunya perawatan medis.

Aspek sosiologis pandemi Covid-19 terhadap fenomena peningkatan klaim asuransi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir yang seperti demikian tidak bisa diabaikan. Tidak main-main, setiap sektor yang punya portofolio asuransi kesehatan pun tengah kelimpungan mencari musabab fenomena ini.

“OJK telah mengidentifikasi dan memetakan bahwa klaim asuransi kesehatan mengalami trend peningkatan selama 3 tahun terakhir,” ungkap Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun saat mengawali keterangan resmi tentang peningkatan klaim asuransi kesehatan, dikutip Sabtu (9/12/2023).

Lebih dari Sekedar Pandemi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia